Dibuat Satu Arah, Jalan Kalimalang Bekasi Macet Parah
Selasa, 15 Mei 2018 - 23:07 WIB
Dibuat Satu Arah, Jalan Kalimalang Bekasi Macet Parah
A
A
A
BEKASI - Dinas Perhubungan Kota Bekasi mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jalan KH Noer Ali (Kalimalang) mulai hari ini untuk menunjang pembangunan tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) yang digarap pemerintah pusat. Sayangnya, rekayasa lalu lintas yang dilakukan simpang bawah tol Becakayu gagal penuhi target.
Setiap hari kepadatan kendaraan mulai dari 1.000 sampai 5.000 kendaraan ditiap jam sibuk kerja. Alhasil, pemerintah setempat masih melakukan evaluasi uji coba.
"Kami sudah lakukan upaya rekayasa lalu lintas. Tapi volume kendaraan makin hari semakin tinggi," kata Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Selasa (15/5/2018). Menurutnya, uji coba pemberlakuan satu arah tersebut masih dilakukan evaluasi.
Pemberlakuan satu arah itu digelar di tiga titik yang berbeda. Pertama, di Jembatan Caman-Jembatan Enam, kedua di Jembatan Enam-Galaksi dan yang ketiga Galaxy-Grand Kemala Lagoon. Apalagi, dalam rekayasa itu masih banyak kekurangannya.
Hal itu disebabkan karena ada beberapa kendala seperti di sisi selatan masih ada proyek pengerjaan, ruas sisi jalan selatan hanya memiliki lebar 7 meter. Selain itu, kata dia, kendala lain adalah arus kendaraan dari Bekasi ke Jakarta, dan Galaksi ke Bekasi serta Jakarta ke Galaksi masih cukup tinggi.
Sehingga idealnya agar tidak terjadi penumpukan jalur sisi selatan dari Bekasi ke Jakarta dibuatkan flyover atau underpass. "Termasuk kendalanya adalah penyempitan di ruas sisi selatan dekat dengan gerbang tol masuk Becakayu, jadi macet panjang di Jalan Kalimalang," ucapnya.
Meki begitu, pihak kontraktor sudah ada rencana melakukan pembebasan lahan di sisi selatan. Sehingga nantinya lahan yang sekarang sering menyempit akan lebar menjadi 7 meter. "Empat bulan lagi kabarnya pengembang akan membebaskan lahan warga," ujarnya. (Baca: Proyek Tol Becakayu, Jalan Kalimalang Bekasi Dibuat Satu Arah )
Kedepan, kata dia, pihaknya akan merubah traffic light. Seperti kendaraan yang datang dari Jakarta ke Galaksi nantinya tidak perlu memutar ke Jembatan Alazhar. Sebab, bisa langsung mutar di jembatan Galaksi."Kita masih kaji untuk menerapkanya, hasil evaluasi menentukan rekayasa itu," tegasnya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Deded Kusmayadi mengaku, baru menerima laporan terkait rekayasa lalu lintas yang kurang maksimal. Menurut dia, tidak maksimalnya karena masih ada pengejaan sisi selatan tol Becakayu. "Jadi mesti kami evaluasi lagi rekayasa yang dilakukan kemarin," jelasnya.
Deded menambahkan, alternatif kedepan perlu adanya pembebasan lahan di ruas sisi selatan. Sebab, arus kendaraan yang datang tertumpuk ketika sudah memasuki ruas jalan samping pintu tol masuk Becakayu. "Ternyata lebih banyak kendaraan yang melalui jalur arteri ketimbang masuk tol," katanya.
Terpisah, Deny Iskandar (38) salah seorang pemilik kendaran Honda City mengatakan, sejak dioperasikannya tol Becakayu bukannya mengurai kemacetan malah menjadi semakin semrawut kendaraan. Karena, seluruh kendaraan yang mengarah ke Jakarta harus bertemu di sisi jalan tol Becakayu.
"Jalurnya sempit jadi tidak bisa menampung jumlah kendaraan," kata warga Alexindo, Bekasi Barat ini, Apalagi, dia sengaja tidak melintas di tol karena memang tujuannya dekat. Dan hampir kebanyakan seluruh kendaraan juga memiliki tujuan yang sama.
Setiap hari kepadatan kendaraan mulai dari 1.000 sampai 5.000 kendaraan ditiap jam sibuk kerja. Alhasil, pemerintah setempat masih melakukan evaluasi uji coba.
"Kami sudah lakukan upaya rekayasa lalu lintas. Tapi volume kendaraan makin hari semakin tinggi," kata Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Selasa (15/5/2018). Menurutnya, uji coba pemberlakuan satu arah tersebut masih dilakukan evaluasi.
Pemberlakuan satu arah itu digelar di tiga titik yang berbeda. Pertama, di Jembatan Caman-Jembatan Enam, kedua di Jembatan Enam-Galaksi dan yang ketiga Galaxy-Grand Kemala Lagoon. Apalagi, dalam rekayasa itu masih banyak kekurangannya.
Hal itu disebabkan karena ada beberapa kendala seperti di sisi selatan masih ada proyek pengerjaan, ruas sisi jalan selatan hanya memiliki lebar 7 meter. Selain itu, kata dia, kendala lain adalah arus kendaraan dari Bekasi ke Jakarta, dan Galaksi ke Bekasi serta Jakarta ke Galaksi masih cukup tinggi.
Sehingga idealnya agar tidak terjadi penumpukan jalur sisi selatan dari Bekasi ke Jakarta dibuatkan flyover atau underpass. "Termasuk kendalanya adalah penyempitan di ruas sisi selatan dekat dengan gerbang tol masuk Becakayu, jadi macet panjang di Jalan Kalimalang," ucapnya.
Meki begitu, pihak kontraktor sudah ada rencana melakukan pembebasan lahan di sisi selatan. Sehingga nantinya lahan yang sekarang sering menyempit akan lebar menjadi 7 meter. "Empat bulan lagi kabarnya pengembang akan membebaskan lahan warga," ujarnya. (Baca: Proyek Tol Becakayu, Jalan Kalimalang Bekasi Dibuat Satu Arah )
Kedepan, kata dia, pihaknya akan merubah traffic light. Seperti kendaraan yang datang dari Jakarta ke Galaksi nantinya tidak perlu memutar ke Jembatan Alazhar. Sebab, bisa langsung mutar di jembatan Galaksi."Kita masih kaji untuk menerapkanya, hasil evaluasi menentukan rekayasa itu," tegasnya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Deded Kusmayadi mengaku, baru menerima laporan terkait rekayasa lalu lintas yang kurang maksimal. Menurut dia, tidak maksimalnya karena masih ada pengejaan sisi selatan tol Becakayu. "Jadi mesti kami evaluasi lagi rekayasa yang dilakukan kemarin," jelasnya.
Deded menambahkan, alternatif kedepan perlu adanya pembebasan lahan di ruas sisi selatan. Sebab, arus kendaraan yang datang tertumpuk ketika sudah memasuki ruas jalan samping pintu tol masuk Becakayu. "Ternyata lebih banyak kendaraan yang melalui jalur arteri ketimbang masuk tol," katanya.
Terpisah, Deny Iskandar (38) salah seorang pemilik kendaran Honda City mengatakan, sejak dioperasikannya tol Becakayu bukannya mengurai kemacetan malah menjadi semakin semrawut kendaraan. Karena, seluruh kendaraan yang mengarah ke Jakarta harus bertemu di sisi jalan tol Becakayu.
"Jalurnya sempit jadi tidak bisa menampung jumlah kendaraan," kata warga Alexindo, Bekasi Barat ini, Apalagi, dia sengaja tidak melintas di tol karena memang tujuannya dekat. Dan hampir kebanyakan seluruh kendaraan juga memiliki tujuan yang sama.
(ysw)