Densus 88 Anti Teror Tangkap Hidup 13 Terduga Teroris
Selasa, 15 Mei 2018 - 15:54 WIB
Densus 88 Anti Teror Tangkap Hidup 13 Terduga Teroris
A
A
A
SURABAYA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri berhasil menangkap dalam keadaan hidup sebanyak 13 terduga teroris. Ke-13 terduga teroris tersebut tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan dan Malang. Sementara itu, terdapat empat terduga teroris yang sudah ditembak mati akibat melawan petugas saat hendak diamankan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, jumlah yang sudah ditangkap tersebut bisa jadi terus bertambah. Pasalnya, tim Densus 88 terus bergerak mengejar jaringan dari pelaku teror di Surabaya dan juga Sidoarjo.
“Ketika penangkapan pasti ada barang bukti. Jika tidak ada barang bukti mana mungkin kami lakukan penangkapan,” katanya, Selasa (15/5/2018).
Dari jumlah terduga teroris yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup ini antara lain, satu dari Pasuruan, lima Surabaya, dua dari Malang dan lima dari Sidoarjo. Dalam penangkapan ini, Tim Densus 88 juga mengamankan beberapa bahan peledak aktif dari terduga teroris tersebut.
“Data yang ada adalah data sementara. Bisa saja bertambah karena kami terus melakukan pengejaran terhadap terduga teroris,” tandas Barung.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, jumlah yang sudah ditangkap tersebut bisa jadi terus bertambah. Pasalnya, tim Densus 88 terus bergerak mengejar jaringan dari pelaku teror di Surabaya dan juga Sidoarjo.
“Ketika penangkapan pasti ada barang bukti. Jika tidak ada barang bukti mana mungkin kami lakukan penangkapan,” katanya, Selasa (15/5/2018).
Dari jumlah terduga teroris yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup ini antara lain, satu dari Pasuruan, lima Surabaya, dua dari Malang dan lima dari Sidoarjo. Dalam penangkapan ini, Tim Densus 88 juga mengamankan beberapa bahan peledak aktif dari terduga teroris tersebut.
“Data yang ada adalah data sementara. Bisa saja bertambah karena kami terus melakukan pengejaran terhadap terduga teroris,” tandas Barung.
(sms)