Terbaring Lemah Selama 14 Tahun, Toni Berharap Bantuan Dermawan

Jum'at, 11 Mei 2018 - 19:57 WIB
Terbaring Lemah Selama...
Terbaring Lemah Selama 14 Tahun, Toni Berharap Bantuan Dermawan
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Toni Ardiyanto (14), anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan suami istri Suyatno (53) dan Suyati (36) hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Toni menahan sakitnya sudah 14 tahun.Warga Jalan Ahmad Yani, Desa Semanggang, RT 8 RW 2, Kecamatan Pangkalan Banteng Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, sangat mengharapkan bantuan pemerintah maupun dermawan.“Sejak lahir Toni belum bisa berbicara dan berjalan. Ada yang bilang ini gizi buruk. Tapi ada juga yang bilang Toni meminum air ketuban waktu lahir,” ucap ibu Toni, Suyati saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/5/2018).
Saat berumur 13 tahun, kata Suyati, meskipun tidak bisa berjalan badannya gemuk layaknya anak seusianya. Satu tahun terakhir ia sesak nafas dan berat tubuhnya turun drastis dan hanya tersisa 9 kilogram.“Setahun yang lalu saya bawa ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Kata dokter penyakitnya infeksi paru,” imbuhnya.Suyati mengatakan, selama ini belum ada bantuan dari Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan. Bahkan, sebelum mendaftar BPJS dan memilih kelas III dengan iuran Rp25.500 setiap bulan ia berobat dengan biaya sendiri.“Setiap kali ke rumah sakit untuk berobat, saat itu saya membayar dengan mencari utang demi kesembuhan buah hati saya,” ucapnya.Ia mengatakan, anak nomor dua terpaksa dititipkan kepada keponakannya agar bisa dirawat dengan baik. Mengingat dirinya sudah tidak mampu lagi untuk merawat ketiga anaknya.“Bagaimana bisa saya merawat ketiga anak sekaligus. Saya ibu rumah tangga. Yang kedua umur 3 tahun dan yang ketiga baru 20 bulan,” ujarnya sambil sesekali menyeka air matanya.Suyatno, ayah Toni yang kesehariannya menjadi buruh sopir di salah satu perusahaan kelapa sawit tidak bisa berbuat banyak. Dengan pendapatan yang pas-pasan ia rela pergi pagi pulang sore demi mencari sesuap nasi dan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.Sementara itu, Kepala Puskesmas Semanggang dr Tommy Mongdong mengatakan, pasien atas nama Toni bisa dirujuk lagi ke rumah sakit yang dituju. Tommy juga belum bisa memastikan jenis penyakit apa yang diderita oleh Toni.“Pastinya akan kami priksa dulu, setelah penyakitnya ketahuan maka akan segera kami berikan rujukan untuk pengobatan selanjutnya,” katanya singkat.
(rhs)
Berita Terkait
DPRD Kobar Imbau Pengunjung...
DPRD Kobar Imbau Pengunjung Pariwisata Terapkan Protokol Kesehatan
Derita Leukemia Akut,...
Derita Leukemia Akut, Bayi Rizqy Butuh Pertolongan
Kodim 1014 Pangkalan...
Kodim 1014 Pangkalan Bun Bantu APD ke Pemkab Kotawaringin Barat
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi Dana Pemkab Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar Langsung Ditahan
Penyakit PMK Merebak,...
Penyakit PMK Merebak, Sapi yang Datang ke Kobar Wajib Diobservasi
5 Nama Penyakit Terpanjang...
5 Nama Penyakit Terpanjang di Dunia, Silakan Dilafalkan dengan Baik dan Tepat
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
11 menit yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
2 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
2 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
2 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
3 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
5 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved