Ganjar pun Ikut Memantau Perkembangan Letusan Gunung Merapi

Jum'at, 11 Mei 2018 - 13:03 WIB
Ganjar pun Ikut Memantau...
Ganjar pun Ikut Memantau Perkembangan Letusan Gunung Merapi
A A A
SRAGEN - Meski sedang nonaktif karena cuti kampanye pilkada, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tetap memantau dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng terkait situasi terkini Gunung Merapi. Ganjar meminta BPBD di sekitar gunung Merapi untuk siaga dan melakukan tindakan awal penanggulangan bencana.

"Saya sempat komunikasi ke BPBD dan Sekda (Jateng), kami minta harus siaga penuh. Agar kalau terjadi hal tidak kita inginkan, warga sudah aman. Kita yang di Jateng standby, mudah-mudahan arah angin ke atas saja," katanya usai kunjungan di Pondok Pesantren Abdul Jalal, Kalioso, Kali Jambe, Kabupaten Sragen, Jumat (11/5/2018) pagi.

Dia juga mendapat informasi bahwa sejumlah warga sudah dievakuasi. Ganjar berharap situasi tidak memburuk. "Warga radius 5 kilometer sudah di evakuasi tapi itu yang di Sleman ya. Kita yang di Jateng sudah standby mudah-mudahan arah angin ke atas sehingga tidak menyebar ke mana mana," katanya.

Ganjar meminta para pendaki yang masih ada di sekitar Merapi khususnya Pasar Bubrah segera dijemput. Biasanya, kata Ganjar, para pendaki sudah mendapat briefing dari pos pendakian sehingga tahu harus segera turun bila mengetahui kondisi gunung mendadak berbahaya.

"Apalagi kalau dia (pendaki) berada di Pasar Bubrah, ini kan kondisinya berarti ke arah selatan timur ya, ke arah Yogya. Semoga bisa segera turun ke arah Selo," imbuhnya.

Mengantisipasi situasi ke depan, politisi PDIP itu meyakini BPBD sudah siap. Persiapan penanggulangan bencana khususnya di Jateng telah memiliki system yang saling berkaitan antardaerah.

"Kami siapkan masyarakat terdekat satu tempat evakuasinya, dua early warning system yang tiga manajemen logistiknya. Tentu yang paling penting adalah memberikan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi atau early sshingga kalau terjadi kegempaan sepeeti ini harus lari kemana, wedus gembel dan seterusnya," paparnya.

Khusus warga di sekitar Merapi dan Magelang telah memiliki system sister family. Yakni keluarga di zona aman yang menjadi lokasi jujugan ketika terjadi situasi buruk. "Kalau di Merapi atau di Magelang mereka punya sister family jadi keluarga kembar kalau terjadi apa-apa mereka akan lari ke keluarga itu, dia sudah tahu bahwa mitranya keluarga si A dengan B, C dengan D. Tinggal latihannya yang terus menerus sehingga bisa cepat," ujarnya.
(wib)
Berita Terkait
Keren, Mahasiswi Ini...
Keren, Mahasiswi Ini Bikin Solusi untuk Minimalisir Korban Erupsi Gunung Berapi
Gunung Merapi Alami...
Gunung Merapi Alami Guguran Lava dari Tebing 1954
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
BNPB Tegaskan Letusan...
BNPB Tegaskan Letusan Gunung Semeru Tidak Memicu Tsunami
Selama 6 Jam Gunung...
Selama 6 Jam Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 28 Kali
Mengenal Tingkat Status...
Mengenal Tingkat Status atau Aktivitas Gunung Berapi
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
59 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
50.000 Tentara Israel...
50.000 Tentara Israel Tak Mampu Rebut Satu Desa Pun di Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved