Rencana Satu Arah di Jalan Kalimalang Bekasi, Ini Rute Barunya
Minggu, 06 Mei 2018 - 23:07 WIB
Rencana Satu Arah di Jalan Kalimalang Bekasi, Ini Rute Barunya
A
A
A
BEKASI - Pemkot Bekasi akan memberlakukan satu arah di Jalan KH Noer Ali Kalimalang untuk mempermudah proyek pembangunan Tol Becakayu di jalan tersebut. Saat ini Pemkot bekasi masih melakukan persiapan dan akan melaksanakan satu arah pada Selasa 15 Mei 2018 mendatang.
Kabid Lalu Lintas, Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan persiapan. "Kami terus mematangkan rencana ini, kemungkinan baru Selasa (15 Mei 2018) mendatang diterapkan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (6/5/2018).
Kendaraan yang datang dari arah Kota Bekasi (timur) ke DKI Jakarta (barat) nantinya akan dialihkan ke sisi selatan Jalan Kalimalang. "Untuk kendaraan arah Jakarta ke Bekasi tetap menggunakan Jalan KH. Noer Alie, sehingga tak menganggu arus dari Jakarta ke Bekasi," ujarnya.
Johan menjelaskan, rekayasa lalu lintas di Jembatan Caman-Jembatan Enam cukup kompleks. Jalan sepanjang 500 meter di kolong tol JORR akan ditutup untuk pembangunan pier tol. Akibatnya, pengendara yang datang dari arah Jakarta ke Bekasi, nantinya tidak lagi melintasi kolong tol JORR.
Mereka akan dialihkan ke sisi barat tol JORR sampai melintasi putaran balik (u-turn) di dekat gerbang tol Kalimalang I. Kendaraannya kemudian dialihkan kembali ke Jalan KH Noer Alie menuju Kota Bekasi. Sementara pengendara dari arah Bekasi ke Jakarta ada dua pilihan jalan
Diantaranya, tetap melintasi kolong tol menggunakan jalur sebaliknya dan sisi selatan Kalimalang. Namun, kata dia, sebagai pengganti jalur yang dipakai, pelaksana proyek akan melebarkan Jalan KH Noer Alie dari 7 meter menjadi 9 meter, sehingga pengendara dari Jakarta ke Bekasi tetap leluasa. (Baca: Proyek Tol Becakayu, Jalan Kalimalang Bekasi Akan Dibuat Satu Arah )
Sementara itu rekayasa lalu lintas di Jembatan Enam dan Galaxy berada di perempatan lampu lalu lintas (traffic light/TL) Galaxy. Pada Rabu (9/5) mendatang, Dishub Kota Bekasi bakal memasang TL di sisi selatan Kalimalang yang digunakan sebagai lintasan pengendara dari Bekasi ke Jakarta.
"Lalu lintas kendaraan di titik Galaxy cukup padat hingga 8.000 kendaraan setiap jam, dengan adanya pemasangan TL kita harapkan kendaraan dari arah Galaxy ke Bekasi tidak akan bersinggungan dengan pengendara dari Bekasi ke Jakarta," jelasnya.
Terakhir rekayasa di Galaxy-Grand Kamala Lagoon. Pengendara dari Bekasi akan dialihkan ke sisi selatan Kalimalang saat berada di Grand Kamala Lagoon, karena ruas jalan titik itu bakal ditutup petugas."Pemberlakukan rekayasa lalu lintas searah ini bakal dilakukan secara permanen," imbuhnya.
Sedang pengendara yang datang dari arah Jakarta ke Bekasi tetap menggunakan Jalan KH Noer Alie, sedangkan arah sebaliknya melintasi sisi selatan Kalimalang. Untuk itu, rekayasa ini akan melibatkan pihak kepolisian setempat dalam merealisasikanya.
Kepala Lapangan pada Seksi II Tol Becakayu, Jarwo menambahkan, pekerja bakal mengeruk lapisan aspal Jalan KH Noer Alie yang berada di kolong tol JORR hingga satu meter. Upaya ini dilakukan guna memberi ruang alat berat yang melintas di ruas Jalan KH. Noer Alie.
"Selama ini bagian atas truk rawan tersangkut di kolong tol, padahal ketinggiannya 3,8 meter. Namun dengan adanya pendalaman lapisan aspal ini, maka ruang yang bisa dilintasi kendaraan berat menjadi 4,8 meter," katanya. Untuk itu, rekayasa ini untuk memudah pengerjaan tol Becakayu.
Kabid Lalu Lintas, Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan persiapan. "Kami terus mematangkan rencana ini, kemungkinan baru Selasa (15 Mei 2018) mendatang diterapkan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (6/5/2018).
Kendaraan yang datang dari arah Kota Bekasi (timur) ke DKI Jakarta (barat) nantinya akan dialihkan ke sisi selatan Jalan Kalimalang. "Untuk kendaraan arah Jakarta ke Bekasi tetap menggunakan Jalan KH. Noer Alie, sehingga tak menganggu arus dari Jakarta ke Bekasi," ujarnya.
Johan menjelaskan, rekayasa lalu lintas di Jembatan Caman-Jembatan Enam cukup kompleks. Jalan sepanjang 500 meter di kolong tol JORR akan ditutup untuk pembangunan pier tol. Akibatnya, pengendara yang datang dari arah Jakarta ke Bekasi, nantinya tidak lagi melintasi kolong tol JORR.
Mereka akan dialihkan ke sisi barat tol JORR sampai melintasi putaran balik (u-turn) di dekat gerbang tol Kalimalang I. Kendaraannya kemudian dialihkan kembali ke Jalan KH Noer Alie menuju Kota Bekasi. Sementara pengendara dari arah Bekasi ke Jakarta ada dua pilihan jalan
Diantaranya, tetap melintasi kolong tol menggunakan jalur sebaliknya dan sisi selatan Kalimalang. Namun, kata dia, sebagai pengganti jalur yang dipakai, pelaksana proyek akan melebarkan Jalan KH Noer Alie dari 7 meter menjadi 9 meter, sehingga pengendara dari Jakarta ke Bekasi tetap leluasa. (Baca: Proyek Tol Becakayu, Jalan Kalimalang Bekasi Akan Dibuat Satu Arah )
Sementara itu rekayasa lalu lintas di Jembatan Enam dan Galaxy berada di perempatan lampu lalu lintas (traffic light/TL) Galaxy. Pada Rabu (9/5) mendatang, Dishub Kota Bekasi bakal memasang TL di sisi selatan Kalimalang yang digunakan sebagai lintasan pengendara dari Bekasi ke Jakarta.
"Lalu lintas kendaraan di titik Galaxy cukup padat hingga 8.000 kendaraan setiap jam, dengan adanya pemasangan TL kita harapkan kendaraan dari arah Galaxy ke Bekasi tidak akan bersinggungan dengan pengendara dari Bekasi ke Jakarta," jelasnya.
Terakhir rekayasa di Galaxy-Grand Kamala Lagoon. Pengendara dari Bekasi akan dialihkan ke sisi selatan Kalimalang saat berada di Grand Kamala Lagoon, karena ruas jalan titik itu bakal ditutup petugas."Pemberlakukan rekayasa lalu lintas searah ini bakal dilakukan secara permanen," imbuhnya.
Sedang pengendara yang datang dari arah Jakarta ke Bekasi tetap menggunakan Jalan KH Noer Alie, sedangkan arah sebaliknya melintasi sisi selatan Kalimalang. Untuk itu, rekayasa ini akan melibatkan pihak kepolisian setempat dalam merealisasikanya.
Kepala Lapangan pada Seksi II Tol Becakayu, Jarwo menambahkan, pekerja bakal mengeruk lapisan aspal Jalan KH Noer Alie yang berada di kolong tol JORR hingga satu meter. Upaya ini dilakukan guna memberi ruang alat berat yang melintas di ruas Jalan KH. Noer Alie.
"Selama ini bagian atas truk rawan tersangkut di kolong tol, padahal ketinggiannya 3,8 meter. Namun dengan adanya pendalaman lapisan aspal ini, maka ruang yang bisa dilintasi kendaraan berat menjadi 4,8 meter," katanya. Untuk itu, rekayasa ini untuk memudah pengerjaan tol Becakayu.
(ysw)