Dugaan Penghinaan Ketua Umum, Kader PDIP KBB Lapor ke Panwas dan Polisi

Sabtu, 28 April 2018 - 17:12 WIB
Dugaan Penghinaan Ketua...
Dugaan Penghinaan Ketua Umum, Kader PDIP KBB Lapor ke Panwas dan Polisi
A A A
BANDUNG BARAT - Kader PDI Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) marah dan tersinggung karena Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dihujat dan dihina dalam acara keagamaan. Kader partai mulai tingkat DPC, PAC, hingga ranting melapor ke Polsek Cipeundeuy, Sabtu (28/4/2018).

"Ini adalah gerakan spontanitas untuk meredam keresahan dan kemarahan kader partai setelah muncul vidio penghinaan ketua umum PDIP," kata Ketua PAC Cikalongwetan PDIP KBB Yuki Abdirahman.

Yuki menyebutkan, ada tiga poin penting yang disampaikan pihaknya ke pihak polsek. Yakni untuk menjaga keutuhan bangsa dengan mempertahankan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Meminta menjaga lingkungan masyarakat dari pengaruh isu sara, fitnah, hoax, dan ujaran kebencian. Serta menolak penceramah atau dai yang bertujuan memecah belah masyarakat.

"Kami minta aparat melakukan deteksi dini dan mengambil langkah antisipasi supaya kejadian seperti itu tidak terulang lagi," tegasnya.

Bendahara DPC PDIP KBB yang juga Ketua Fraksi PDIP KBB Jejen Zaenal Arifin menyebutkan saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti penghinaan kepada Megawati dan juga ujaran kebencian kepada umat Islam tersebut. Ini juga erat kaitannya dengan Pilkada KBB karena dalam rekaman itu ada ajakan untuk memilih salah satu paslon dan mendeskriditkan paslon yang didukung oleh PDIP.

"Untuk persoalan hukum jalan terus dan bisa sampai ke Polda Jabar karena penceramah yang melakukan penghinaan itu domisilinya di Bogor," ucapnya.

Kapolsek Cipeundeuy AKP Dadan Suryanto mengatakan, pihaknya menampung aspirasi yang disampaikan oleh para kader PDIP. Meskipun untuk dugaan pelanggaran pilkada itu kewenangannya tidak di kepolisian tapi di Panwas dan Gakumdu.

Kepolisian berupaya mengantisipasi ke depannya agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. "Ini jadi masukan bagi kami untuk mengantisipasi supaya ke depan kegiatan-kegiatan keagamaan tidak disusupi muatan lain," imbuhnya.
(wib)
Berita Terkait
Pengamen di Gowa Diamankan...
Pengamen di Gowa Diamankan Gara-gara Menulis 'Polisi Juga Saya Makan' di FB
Atta Halilintar Tanggapi...
Atta Halilintar Tanggapi Laporan Gus Irfan atas Kasus Dugaan Penghinaan di Media Sosial
Wasekjen Gerindra Kawendra...
Wasekjen Gerindra Kawendra Sesalkan Dugaan Penghinaan Cornelis Terhadap Prabowo
Dinilai Menghina Ketua...
Dinilai Menghina Ketua PWI, Tokoh Partai Golkar Lampung Bakal Dipolisikan
BBHAR PDIP Sebut Mahasiswa...
BBHAR PDIP Sebut Mahasiswa yang Orasi Jorok ke Jokowi Miskin Etika dan Moral
Kritik Bansos di Medsos,...
Kritik Bansos di Medsos, Mbah Salmo Dipolisikan Pemdes di Tuban
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
7 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
8 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
8 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved