Rekonstruksi Pembunuhan Hunaedi Dijaga Ketat Polisi dan POM AL
Jum'at, 20 April 2018 - 16:15 WIB
Rekonstruksi Pembunuhan Hunaedi Dijaga Ketat Polisi dan POM AL
A
A
A
JAKARTA - Polisi menggelar rekonstruksi perampokan sekaligus pembunuhan pensiunan TNI AL, Hunaedi di Komplek TNI AL, Cilandak, Jakarta Selatan. Rekonstruksi itu dilakukan langsung oleh tersangka Suproyanto alias Kirai.
Rekonstruksi yang digelar pada Jumat (20/4/2018) itu di kediaman korban, Polres Jakarta Selatan menghadirkan Kirai untuk memeragakan tiap adegan pembunuhan sadis yang dilakukannya itu terhadap Hunaedi. Kirai yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan tutup kepala itu tampak dikawal oleh anggota Polres Jakarta Selatan dan POM AL. (Baca: Perampokan di Cilandak, Korban 71 Tahun Dilarikan ke Rumah Sakit )
Kirai lantas dibawa masuk ke dalam rumah korban yang masih diberi garis polisi itu. Adapun rekonstruksi itu dipimpin oleh Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan. Namun, awak media maupun warga sekitar tak diperkenankan masuk ke rumah korban.
Kawasan sekitar rumah korban, tampak dijaga oleh anggota kepolisian berseragam lengkap dengan senjata. Meski warga dilarang masuk ke area rekonstruksi, mereka tetap tampak berkerumun di sekitarannya karena penasaran dengan jalannya rekonstruksi.
Lebih lagi, warga penasaran dengan tampang pelaku yang tega menghabisi nyawa Hunaedi yang sudah berusia lanjut tersebut di rumahnya. Namun, warga seolah kecewa karena wajah pelaku ditutupi oleh penutup kepala. Hingga kini, polisi pun masih melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian.
Rekonstruksi yang digelar pada Jumat (20/4/2018) itu di kediaman korban, Polres Jakarta Selatan menghadirkan Kirai untuk memeragakan tiap adegan pembunuhan sadis yang dilakukannya itu terhadap Hunaedi. Kirai yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan tutup kepala itu tampak dikawal oleh anggota Polres Jakarta Selatan dan POM AL. (Baca: Perampokan di Cilandak, Korban 71 Tahun Dilarikan ke Rumah Sakit )
Kirai lantas dibawa masuk ke dalam rumah korban yang masih diberi garis polisi itu. Adapun rekonstruksi itu dipimpin oleh Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan. Namun, awak media maupun warga sekitar tak diperkenankan masuk ke rumah korban.
Kawasan sekitar rumah korban, tampak dijaga oleh anggota kepolisian berseragam lengkap dengan senjata. Meski warga dilarang masuk ke area rekonstruksi, mereka tetap tampak berkerumun di sekitarannya karena penasaran dengan jalannya rekonstruksi.
Lebih lagi, warga penasaran dengan tampang pelaku yang tega menghabisi nyawa Hunaedi yang sudah berusia lanjut tersebut di rumahnya. Namun, warga seolah kecewa karena wajah pelaku ditutupi oleh penutup kepala. Hingga kini, polisi pun masih melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian.
(ysw)