Kisah Anak Satpam Menjadi Doktor di Usia Muda

Jum'at, 20 April 2018 - 11:30 WIB
Kisah Anak Satpam Menjadi...
Kisah Anak Satpam Menjadi Doktor di Usia Muda
A A A
YOGYAKARTA - Raut bahagia menghiasi wajah Retnaningtyas Susanti,33. Dirinya menjadi salah satu peserta wisuda pascasarjana periode II tahun ajaran 2018, Kamis (19/4/2018). Anak satpam UGM ini berhasil lulus menjadi doktor di bidang pariwisata. Keberhasilan Retnaningtyas Susanti meraih gelar doktor menjadi bukti bahwa kendala biaya tak menjadi hambatan untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Teguh Tuparman,56, terlihat gagah mengenakan seragam Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) UGM berwarna biru lengkap dengan sepatu bot kebanggaannya. Didampingi Sri Retnani, istrinya, lelaki yang sudah bekerja di UGM selama 33 tahun ini tampak mantap melangkahkan kakinya menuju Gedung Grha Saba Pramana lokasi tempat anaknya diwisuda.

Kepada wartawan, Teguh mengisahkan suka duka dalam mengantarkan anaknya menjadi seorang doktor. Anak pertamanya ini lahir 33 ta hun lalu, bersamaan dengan tahun pertamanya bekerja di UGM. Setiap akhir pekan saat mendapat giliran jaga, Teguh mengajak Retnaningtyas bersepeda keliling UGM sambil mengontrol keamanan.

"Saya kan bekerja di tempat orang-orang pintar, maka saya juga ingin anak saya jadi orang pintar," ungkap Teguh.

Sejak kecil anaknya juga bercita-cita sebagai dosen. Minat yang besar dari anaknya itu juga diimbangi dengan kemauan orang tua. Teguh dan Retnani pun sudah terbiasa gali lubang tutup lubang, berutang sana-sini untuk membiayai kuliah anak-anak nya. Gaji sebagai petugas keamanan di UGM tentu saja tak cukup untuk membiayai semua anaknya. Selain Retnaningtyas, Teguh memiliki tiga anak lagi yang juga kuliah.

"Gaji saya saat ini Rp3,5 juta, tetapi hanya menerima Rp1,5 juta karena banyak potongan (untuk bayar utang)," ungkapnya.

Sepanjang melayani pertanyaan wartawan, wajah Teguh dan Retnani terlihat semringah. Berkali-kali keduanya menyatakan kebahagiaannya atas prestasi yang diperoleh anaknya ini. Retnani mengaku tidak menyangka anaknya mampu mengangkat derajat keluarga. Dirinya mengaku sangat bersyukur atas karunia ini.

"Saya hanya lulusan SMP, bapaknya juga hanya sampai SMA. Sangat senang sekali anak saya memiliki pendidikan tinggi dan sekarang telah menjadi dosen. Tadi malam bahkan saya tidak bisa tidur, senang banget anak saya menjadi doktor," ungkapnya.

Retnaningtyas saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Andalas Padang. Profesi ini memang menjadi cita-citanya sejak kecil. Keinginan menjadi dosen ini makin kuat manakala dirinya masuk kuliah S-1 Jurusan Antropologi di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Dorongan kuat itu mendapat sokongan maksimal dari orang tuanya.

"Saya bercita-cita menjadi dosen, untuk itu saya berusaha mendapatkan pendidikan tinggi untuk menggapai cita-cita tersebut," ujarnya.

Usaha ini bukan tanpa halangan. Retnaningtyas mengaku satu-satunya kendala yang menjadi halangan untuk menempuh jenjang pendidikan adalah biaya. Sejak awal ayahnya memang sudah mengingatkannya bahwa masih ada adik-adiknya yang juga butuh biaya.
"Bapak mendukung, tapi juga mengingatkan saya bahwa beliau tidak bisa membantu banyak," terangnya.

Kendala biaya itu tak membuat dirinya surut ke belakang. Sambil bekerja pada sebuah lembaga swadaya masyarakat, Retnaningtyas kemudian mengambil S-2 jurusan pariwisata. Jalan mencapai pendidikan yang lebih tinggi makin terbuka. Seusai lulus S-2 pada 2011, dirinya kemudian diterima menjadi dosen di Universitas Andalas. "Niat baik pasti mendapat jalan yang baik," ujarnya.

Nasib baik itu ternyata berlanjut. Pada 2013, dirinya mendapat beasiswa untuk melanjutkan S-3 di bidang ilmu pariwisata. Retnaningtyas pun terus menularkan semangat tak putus asa itu kepada adik-adiknya. "Pemerintah dan banyak orang di sekitar kita peduli, terutama itu ditujukan untuk pendidikan. Jangan menyerah karena pasti ada jalan," ujarnya memberi semangat.
(amm)
Berita Terkait
Program Beasiswa Perguruan...
Program Beasiswa Perguruan Tinggi untuk Industri Otomasi
Dengan Program Beasiswa,...
Dengan Program Beasiswa, Perguruan Tinggi Dukung Pengembangan Talenta Esports
Daftar Perguruan Tinggi...
Daftar Perguruan Tinggi Dalam Negeri untuk Beasiswa LPDP 2023, Ada Kampus Tujuanmu?
4 Siswa Binaan Raih...
4 Siswa Binaan Raih Beasiswa Perguruan Tinggi Perdana dari Astra
Daftar Perguruan Tinggi...
Daftar Perguruan Tinggi Dalam Negeri untuk Beasiswa LPDP 2022, Cek Kampus Tujuanmu
Beasiswa BINUS Buka...
Beasiswa BINUS Buka Akses Mahasiswa ke Perguruan Tinggi Berkelas Dunia
Berita Terkini
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
16 menit yang lalu
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
52 menit yang lalu
Rano Karno: Jakarta...
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Tempat Masyarakat Bebas Berdiskusi Tanpa Rasa Takut
1 jam yang lalu
Pria Tewas dengan Luka...
Pria Tewas dengan Luka Tembak di Hotel Mewah Sempat Kirim WA Permintaan Maaf ke Istri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved