Waspada Gempa Susulan Diumumkan Lewat Pengeras Suara Masjid
Kamis, 19 April 2018 - 12:32 WIB
Waspada Gempa Susulan Diumumkan Lewat Pengeras Suara Masjid
A
A
A
BANJARNEGARA - Gempa susulan masih terus terjadi sejak gempa bumi berkekuatan 4,4 SR yang menggoyang Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Rabu 18 April pukul 13.28 WIB. Setidaknya terjadi empat kali gempa susulan setelah peristiwa yang menewaskan tiga orang tersebut.
Gempa susulan pertama dirasakan warga pada Rabu sekitar pukul 18.00 WIB atau menjelang azan Magrib. Kemudian terjadi getaran yang dirasakan lemah pada tengah malam tadi atau sekitar pukul 00.00 WIB.
Keesokan paginya, gempa kembali dirasakan warga sekira pukul 07.00 WIB. Tak berselang lama, gempa terjadi lagi pada pukul 10.00 WIB meski dengan kekuatan kekuatan relatif lemah dan dalam waktu singkat.
"Betul memang terjadi gempa susulan, termasuk tadi jam 10 pagi juga ada, tapi tidak begitu besar (kekuatannya)," kata Camat Kalibening, Heri Cahyono, Kamis (19/4/2018).
Dia mengimbau warga selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi gempa yang masih terjadi. Pihaknya terus mendampingi warga, baik yang berada di rumah maupun pengungsian dengan memberi arahan serta informasi terbaru.
"Jika terjadi gempa susulan, kami umumkan lewat masjid agar warga keluar rumah dan selalu waspada," ujarnya.
Dia menjelaskan, saat ini terdapat 526 kepala keluarga atau 2.104 jiwa yang mengungsi di berbagai lokasi. Mereka tersebar di empat titik pengungsian yakni Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan, dan Desa Sidakangen.
Gempa susulan pertama dirasakan warga pada Rabu sekitar pukul 18.00 WIB atau menjelang azan Magrib. Kemudian terjadi getaran yang dirasakan lemah pada tengah malam tadi atau sekitar pukul 00.00 WIB.
Keesokan paginya, gempa kembali dirasakan warga sekira pukul 07.00 WIB. Tak berselang lama, gempa terjadi lagi pada pukul 10.00 WIB meski dengan kekuatan kekuatan relatif lemah dan dalam waktu singkat.
"Betul memang terjadi gempa susulan, termasuk tadi jam 10 pagi juga ada, tapi tidak begitu besar (kekuatannya)," kata Camat Kalibening, Heri Cahyono, Kamis (19/4/2018).
Dia mengimbau warga selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi gempa yang masih terjadi. Pihaknya terus mendampingi warga, baik yang berada di rumah maupun pengungsian dengan memberi arahan serta informasi terbaru.
"Jika terjadi gempa susulan, kami umumkan lewat masjid agar warga keluar rumah dan selalu waspada," ujarnya.
Dia menjelaskan, saat ini terdapat 526 kepala keluarga atau 2.104 jiwa yang mengungsi di berbagai lokasi. Mereka tersebar di empat titik pengungsian yakni Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan, dan Desa Sidakangen.
(wib)