Kalender Sunda Jadi Bahasan Konvensi Nasional di Bandung

Selasa, 17 April 2018 - 04:39 WIB
Kalender Sunda Jadi...
Kalender Sunda Jadi Bahasan Konvensi Nasional di Bandung
A A A
BANDUNG - Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-63 di Kota Bandung akan diwarnai kegiatan Konvensi Nasional yang fokus membahas sejarah dan budaya bangsa. Sistem penanggalan (kalender) Sunda akan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Konvensi Nasional tersebut.

Konvensi Nasional yang akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai disiplin ilmu tersebut, diharapkan menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah pusat demi kemajuan bangsa. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Bidakara Savoy Homann, Selasa (17/4/2018) ini akan membahas revitalisasi nilai-nilai sejarah dan budaya dalam makna kebangsaan.

"Kita ambil momen 63 tahun KAA untuk menjadikan kehidupan bernegara dan berbangsa yang lebih cerdas dan berbudaya," kata Ketua Panitia Konvensi Nasional Setiajaya Satria Rassidy dalam konferensi pers di Hotel Bidakara Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (16/4/2018).

Konvensi Nasional yang dibagi dalam tiga bagian ini akan dihadiri oleh 25 narasumber, yang terdiri atas sejumlah guru besar perguruan tinggi, akademisi, budayawan, ahli sejarah, sampai ahli astronomi. Dalam kegiatan tersebut, kata Setiajaya, berbagai bahasan budaya dan sejarah diarahkan kepada semangat kebangsaan.

"Akan dibahas juga peran Kalender Saka Sunda dalam perhitungan astronomi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari," sebutnya.

Budayawan Sunda Miranda H Wihardja yang merupakan salah satu narasumber Konvensi Nasional mengatakan, budaya yang merupakan jati diri bangsa menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan kekuatan negara, salah satunya ditunjukkan melalui penggunaan kalender Saka Sunda.

"Kita jangan amnesia kalau menyangkut sejarah, kita ini punya budaya yang hebat. Kalau melupakan bisa bingung, makanya jadi galau dengan jati diri sendiri," katanya.

Karena itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak berhenti melestarikan budaya. Salah satunya dengan tidak melupakan sistem penanggalan Sunda yang menurutnya tidak lekang oleh waktu.

"Sistem penanggalan Sunda justru edukatif dan berbasis teknologi. Sesepuh kita sudah tinggi kalau menyangkut teknologi. Bisa digunakan untuk melihat masa lalu dan memprediksi masa depan, bukan ramalan, tapi ada teknologinya," paparnya.

Dia mencontohkan, prediksi yang menyatakan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 diragukan sejumlah budayawan Sunda. Sebab, berdasarkan kalender Sunda, mereka menilai, pada tahun tersebut, Indonesia justru akan menuju pada masa keemasan.

Miranda meyakinkan, Indonesia akan memasuki masa emas pada 2030. Selain melihat kondisi saat ini, menurut dia, prediksi kejayaan ini pun sesuai dengan sistem penanggalan Saka Sunda.

"2030 Masehi atau 1952 Saka Sunda, adalah waktunya untuk terjadi perubahan sistem dengan yang baru, tapi tidak bubar. Itu tahunnya rakyat," kata Miranda seraya berjanji akan menjelaskan hal tersebut lebih dalam Konvensi Nasional itu.
(zik)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Tanamkan Cinta Budaya...
Tanamkan Cinta Budaya sejak Dini, SDN 22 Jakbar Gelar Pameran Karya Seni Betawi
Berita Terkini
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
13 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
1 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved