Divonis 5 Tahun, Ketua RT Pelaku Persekusi Sejoli di Tangerang Pasrah

Kamis, 12 April 2018 - 22:08 WIB
Divonis 5 Tahun, Ketua...
Divonis 5 Tahun, Ketua RT Pelaku Persekusi Sejoli di Tangerang Pasrah
A A A
TANGERANG - Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten, menjatuhkan vonis 5 tahun penjara, kepada pelaku persekusi sejoli di Kabupaten Tangerang. Mendengar putusan itu, Komarudin alias Toto, Ketua RT07/03, Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, terlihat pasrah.

Komarudin mendapatkan hukuman paling berat dari pelaku lainnya. Sedang Ketua RW03 Gunawan Saputra divonis 1,6 tahun, Iis Suparlan, Anwar Cahyadi, dan penyebar video persekusi GS divonis 3 tahun.

"Kepada terdakwa Komarudin, dikenakan pidana penjara selama 5 tahun," kata Hakim Ketua PN Tangerang Muhammad Irfan, saat membacakan putusan, di ruang No 8, PN Tangerang, Kamis (12/4/2018).

Meski demikian, vonis ini masih jaih lebih ringan dari tuntutan jaksa 7 tahun penjara, karena melanggar Pasal 29 UU Pornografi, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, dan Pasal 335 KUHP tentang Pembiaran.

Komarudin juga dianggap bersalah karena melakukan tindakan tidak menyenangkan dan menyebarluaskan pornografi. Sedang yang meringankan, terdakwa memiliki keluarga dan anak-anak yang masih kecil. (Baca: Diarak Bugil, Pasangan Diduga Mesum Ini Ternyata Korban Fitnah )

"Untuk ini terdakwa memberikan hak, apakah keputusan diterima atau tidak? Silakan dipikir-pikir dahulu dalam waktu rentang 7 hari ke depan," tambah Irfan.

Berdasarkan pantauan di ruang sidang, para pelaku tampak menggunakan rompi kuning dan peci hitam. Para terpidana tampak banyak berdoa. Mulut masing-masing terpidana terlihat terus berucap.

"Saya sudah pasrah. Saya menyesal dan tidak pernah menyangka, jika akhirnya akan seperti ini. Saya berharap, hukuman saya bisa lebih ringan. Saya minta maaf kepada Ryan dan Mia," terang Komarudin.

Dia melanjutnya, tidak sanggup menahan sedih atas putusan hakim itu. Karena harus jauh terpisah dengan keluarganya. Apalagi, di rumah tangganya, hanya dia yang menjadi tulang punggung ekonomi.

"Saya sudah pasti akan kehilangan sumber kehidupan kepada keluarga yang sangat saya cintai, apalagi sampai jatuh miskin. Saya merasa menyesal," tukasnya.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Majelis Hakim Irfan menolak pledoi yang telah dibacakan Komarudin sebelumnya. Mulai saat ini, Komarudin harus menjalani kehidupan sehari-harinya sebagai napi.
(ysw)
Berita Terkait
Algoritma Grok Terdeteksi...
Algoritma Grok Terdeteksi Meminta Penggunanya untuk Berbuat Mesum
Miris! Sejoli Terekam...
Miris! Sejoli Terekam Berbuat Mesum di Stadion Pakansari Bogor
Sepasang Mahasiswa Digerebek...
Sepasang Mahasiswa Digerebek Polisi Berbuat Mesum di Mobil Bergoyang
Keterlaluan! Muda Mudi...
Keterlaluan! Muda Mudi Berbuat Mesum Dalam Mobil di Halaman Masjid
Parah! Sejoli di Tanjab...
Parah! Sejoli di Tanjab Timur Berbuat Mesum di Toilet Masjid
Oknum PNS yang Berbuat...
Oknum PNS yang Berbuat Mesum Ternyata Staf Dinsos Kota Payakumbuh
Berita Terkini
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
4 menit yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
4 menit yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
16 menit yang lalu
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
21 menit yang lalu
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
23 menit yang lalu
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
26 menit yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved