Pemkab Kobar Dorong Perubahan Status Lahan dari HP ke APL

Rabu, 11 April 2018 - 08:38 WIB
Pemkab Kobar Dorong...
Pemkab Kobar Dorong Perubahan Status Lahan dari HP ke APL
A A A
PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) terus mendorong percepatan penurunan status kawasan hutan di Kobar. Sampai saat ini masih banyak kawasan berstatus Hutan Produksi (HP) yang secara tidak langsung menyulitkan masyarakat maupun pemerintah untuk menggarap lahan tersebut.

Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, saat ini Pemkab Kobar kesulitan untuk merealisasikan sejumlah bantuan dalam setiap kunjungan kerjanya. Masyarakat selalu mengeluhkan status kawasan. Selain itu, Pemkab juga kesulitan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat karena terkendala status kawasan HP.

"Saat ini kondisi tata ruang kita belum bisa diaplikasikan untuk masyarakat karena terhambat status kawasan," ujar Bupati Kobar Nurhidayah.

Sementara itu, Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah mengatakan, saat ini mata pencaharian masyarakat di Kobar khususnya di wilayah pedesaan sangat bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Namun, karena ada larangan membuka lahan dengan cara dibakar, menyulitkan warga sehinga banyak yang beralih profesi menjadi karyawan perkebunan kelapa sawit dan tidak bisa bisa mandiri memiliki ladang atau kebun sendiri.

"Sebenarnya banyak program bantuan pemerintah untuk disalurkan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya di bidang pertanian, namun karena kawasan hutan produksi menjadi kendala juga untuk kita saat ini," kata Ahmadi, Rabu (11/4/2018).

Wabup menjelaskan, Pemkab Kobar sudah menyiapkan bantuan berupa tanaman perkebunan agar masyarakat di desa wilayah Kecamatan Aruta bisa mandiri dan memiliki kebun sendiri.

"Semoga ke depan ada solusinya, saat ini Pemkab melalui Bupati Kobar sudah mengajukan kepada pemerintah pusat agar beberapa kawasan pedesaan bisa diturunkan status kawasannya dari HP menjadi APL (Areal Penggunaan Lain)," jelasnya.

Seperti diketahui, saat ini sejumlah wilayah pedesaan yang terdapat di Kecamatan Arut Utara, Kecamatan Arut Selatan, Kecamatan Kumai, dan sebagian Kecamatan di Kotawaringin Lama mayoritas masih kawasan berstatus HP.

"Kami berharap pemerintah pusat bisa cepat merespons hal ini, agar masyarakat juga bisa terbantu dan sejahtera, serta program pemerintah maupun pihak ketiga (perusahaan) yang ingin bekerja sama dengan Pemda bisa direalisasikan."
(zik)
Berita Terkait
Kodim 1014 Pangkalan...
Kodim 1014 Pangkalan Bun Bantu APD ke Pemkab Kotawaringin Barat
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi Dana Pemkab Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar Langsung Ditahan
DPRD Kotawaringin Barat...
DPRD Kotawaringin Barat Apresiasi Pemkab Atas Raihan Opini WTP ke-9 Kali
Ratusan Anak Didik LPP...
Ratusan Anak Didik LPP Enter Pangkalan Bun Ikuti Ujian Sertifikasi Profesi BNSP
Idul Adha, PT KPC Salurkan...
Idul Adha, PT KPC Salurkan 9 Sapi dan 7 Kambing di Kobar dan Lamandau
Mandi di Sungai Arut...
Mandi di Sungai Arut Habis Lebaran, Karyawan Tenggelam dan Belum Ditemukan
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
3 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
4 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
4 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
6 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved