Perbaikan Jembatan Penghubung Bekasi-Bogor Telan Biaya Rp1,4 M
Selasa, 10 April 2018 - 16:43 WIB
Perbaikan Jembatan Penghubung Bekasi-Bogor Telan Biaya Rp1,4 M
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengalokasikan anggaran Rp1,4 miliar untuk perbaikan jembatan Cipamingkis di Jalan Cibarusah-Loji, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi yang ambrol beberapa waktu lalu. Perbaikan jembatan penghubung Bekasi dan Bogor itu mulai dikerjakan.
"Hari ini (Selasa) sudah mulai kita lakukan perbaikan, alokasi anggaran tak terduga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) yang kita gunakan untuk melakukan perbaikan," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Jamalludin di Bekasi, Selasa (10/4/2018).
Menurutnya, perbaikan jembatan itu merupakan bentuk respons cepat pemerintah memperbaiki jembatan itu dengan crash program. Bahkan, pihaknya sudah menurunkan tim pantau sejak seminggu yang lalu dengan tujuan menyusun perencanaan matang dalam melakukan perbaikan.
Selain melakukan perbaikan jembatan, kata dia, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), dan Perum Jasa Tirta (PJT). "Kewenangan kita hanya sebatas jembatan saja," katanya.
Namun, untuk persoalan aliran air dan material di dalamnya, Kabupaten Bekasi meminta pihak terkait untuk menormalisasi Kali Cipamingkis. Sebab, pemerintah terus mengupayakan agar jembatan penghubung ini tetap kokoh digunakan oleh warga Bekasi dan Bogor.
Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menambahkan, untuk teknis pengerjaan dilakukan melalui perbaikan pendukung jembatan agar kuat serta kokoh berdiri setelah diperbaiki. "Perbaikan mulai dari turap dan tekhnik ombutmen, wing wall, dan juga penguatan kontruksinya," tambahnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya menggunakan teknik bore pile, jika sebelumnya hanya setinggi enam meter maka nantinya akan ditambah menjadi 12 meter. Sehingga, dipastikan lebih kuat dari sebelumnya. "Ahli jembatan Kemetrian PUPR juga kami libatkan," katanya.
Sementara warga Kampung Loji, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, nyaris terisolir. Sebab, jembatan Cipamingkis yang menjadi penghubung dengan tiga Desa Sirnajati, Ridogalih, dan Ridomanah, terancam ambruk dan longsor.
Di ujung jembatan atau di sekitar tiang penyangga jembatan, longsor, sehingga hanya bisa dilintasi pemotor. Sedangkan pengendara mobil terpaksa memutar arah lewat Kampung Luwi, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. "Kondisi jembatan ambrol," kata Syukur (35).
Syukur mengatakan, penutupan jalan telah dilakukan oleh aparatur bersama kepolisian setempat sejak Jumat 23 Maret lalu. Awalnya, longsor hanya berada di tepi jalan, namun kini merembet ke tengah jalan atau hampir ke bagian mulut jembatan dan hanya bisa dilintasi pemotor saja.
"Hari ini (Selasa) sudah mulai kita lakukan perbaikan, alokasi anggaran tak terduga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) yang kita gunakan untuk melakukan perbaikan," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Jamalludin di Bekasi, Selasa (10/4/2018).
Menurutnya, perbaikan jembatan itu merupakan bentuk respons cepat pemerintah memperbaiki jembatan itu dengan crash program. Bahkan, pihaknya sudah menurunkan tim pantau sejak seminggu yang lalu dengan tujuan menyusun perencanaan matang dalam melakukan perbaikan.
Selain melakukan perbaikan jembatan, kata dia, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), dan Perum Jasa Tirta (PJT). "Kewenangan kita hanya sebatas jembatan saja," katanya.
Namun, untuk persoalan aliran air dan material di dalamnya, Kabupaten Bekasi meminta pihak terkait untuk menormalisasi Kali Cipamingkis. Sebab, pemerintah terus mengupayakan agar jembatan penghubung ini tetap kokoh digunakan oleh warga Bekasi dan Bogor.
Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menambahkan, untuk teknis pengerjaan dilakukan melalui perbaikan pendukung jembatan agar kuat serta kokoh berdiri setelah diperbaiki. "Perbaikan mulai dari turap dan tekhnik ombutmen, wing wall, dan juga penguatan kontruksinya," tambahnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya menggunakan teknik bore pile, jika sebelumnya hanya setinggi enam meter maka nantinya akan ditambah menjadi 12 meter. Sehingga, dipastikan lebih kuat dari sebelumnya. "Ahli jembatan Kemetrian PUPR juga kami libatkan," katanya.
Sementara warga Kampung Loji, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, nyaris terisolir. Sebab, jembatan Cipamingkis yang menjadi penghubung dengan tiga Desa Sirnajati, Ridogalih, dan Ridomanah, terancam ambruk dan longsor.
Di ujung jembatan atau di sekitar tiang penyangga jembatan, longsor, sehingga hanya bisa dilintasi pemotor. Sedangkan pengendara mobil terpaksa memutar arah lewat Kampung Luwi, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. "Kondisi jembatan ambrol," kata Syukur (35).
Syukur mengatakan, penutupan jalan telah dilakukan oleh aparatur bersama kepolisian setempat sejak Jumat 23 Maret lalu. Awalnya, longsor hanya berada di tepi jalan, namun kini merembet ke tengah jalan atau hampir ke bagian mulut jembatan dan hanya bisa dilintasi pemotor saja.
(mhd)