Hobi Keruk Sungai, Risma Koleksi 56 Alat Berat

Selasa, 10 April 2018 - 13:17 WIB
Hobi Keruk Sungai, Risma...
Hobi Keruk Sungai, Risma Koleksi 56 Alat Berat
A A A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi kepala daerah paling banyak memiliki koleksi alat berat. Selama dua periode memimpin Kota Pahlawan, Pemkot Surabaya kini memiliki 56 alat berat yang dipakai untuk mengeruk sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati menuturkan, di awal-awal kepemimpinan Risma, pemkot hanya memiliki dua alat berat yang digunakan untuk berbagai proyek di Surabaya. Setelah itu, fokus wali kota untuk membangun infrastruktur menjadikannya terus menambah alat berat.

“Sekarang sudah mempunyai 56 alat berat yang terdiri dari berbagai merk, ada Long Arm, Standart, Roda Karet, dan Sikomo,” kata Erna, Selasa (10/4/2018).

Erna pun merinci pengadaan alat berat yang dilakukan mulai 2003-2017. Pada 2003, pemkot melakukan pengadaan alat berat satu unit bermerk standart. Sementara pada 2007, melakukan pengadaan dua unit alat berat bermerk Long Arm dan Standart. Tahun 2010, pemkot juga melakukan pengadaan satu unit alat berat bermerk Roda Karet.

Selanjutnya, pada tahun 2011, pemkot melakukan pengadaan alat berat tiga unit yang terdiri dari dua unit merk Long Arm dan satu unit merk Standart. Aksi pembelian dilakukan lagi pada 2012 dengan melakukan pengadaan dua unit alat berat yang terdiri dari satu unit merk Long Arm, dan satu unit merk Standart.

Baru pada 2013 ditambah lagi pengadaan alat berat tujuh unit yang terdiri dari 2 unit merk Roda Karpet dan lima unit merk Sikomo. Di tahun 2014, pengadaan alat berat satu unit merk Long Arm.

"Terbanyak pada 2015 melakukan pengadaan 24 unit alat berat yang terdiri dari 10 unit merk Long Arm, tujuh unit merk Standart, satu unit merk Roda Karpet, dan enam unit merk Sikomo," ungkapnya.

Sepanjang 2016, pihaknya juga melakukan pengadaan tujuh unit yang terdiri dari dua unit merk Long Arm dan lima unit merk Sikomo. Sementara pada 2017, melakukan pengadaan delapan unit yang terdiri dari enam unit Long Arm, dan dua unit Standart.

“Jadi, dari 56 unit alat berat itu, Long Arm memiliki 23 unit, Standart memiliki 13 unit, Roda Karpet memiliki empat unit, dan Sikomo memiliki 16 unit,” tegasnya.

Erna membeberkan, semua alat berat itu digunakan setiap harinya. Bahkan, dari saking seringnya digunakan untuk berbagai proyek, ada salah satu alat berat yang patah ketika mengeruk saluran Kalidami hilir. “Kami langsung perbaiki alat berat itu, tidak boleh lama-lama sakitnya dan sekarang sudah sehat lagi. Rencananya, nanti malam akan kami geser ke Tompotika,” ucapnya.

Semua alat berat itu, lanjutnya, biasanya digunakan untuk mengeruk saluran, sungai atau kali. Bahkan, kalau membuat bozem, alat berat itu mengeruk tanah hingga terbuat seperti waduk untuk menampung air di musim hujan. “Hasil kerukan tanah itu, biasanya dibuang untuk membangun lapangan, makam dan taman-taman kota, sehingga hampir setiap hari kami menghasilkan ratusan truk tanah,” tegasnya.

Sementara itu, untuk memudahkan pemindahan alat berat dan pengangkutan tanah hasil kerukan itu, maka pemkot juga menambah trailer, truk, dan driver. Dengan tambahan trailer itu, maka pemindahan alat berat itu semakin gampang, tidak seperti dulu yang harus menyewa untuk memindahkan alat berat dari satu titik proyek ke titik proyek lainnya.

“Trailer ini kita sekarang punya dua, jadi lebih gampang untuk memindahkan alat berat. Selain itu, kami juga menambah truk yang asalnya hanya dua menjadi 110 unit sekarang. Sedangkan total operator dan driver sekaligus penjaga rumah pompa totalnya 370 orang,” imbuhnya.

Rofiqi, salah satu warga Kalidami mengatakan, hampir setiap pekan di Sungai Kalidami selalu dilakukan pengerukan. Selama ini, kawasan Kalidami dan sekitarnya sering terjadi banjir kalau hujan deras mengguyur Surabaya.

"Kalau sungainya dangkal cepat sekali banjir datang. Apalagi kalau terlambat menyalahkan pompa di pintu air," jelasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Giliran Menyapa Pelajar...
Giliran Menyapa Pelajar SD, Risma Mengajak Bernyanyi
Setelah Lengser, Jadi...
Setelah Lengser, Jadi Mendikbud atau Mensos? Ini Jawaban Risma
Lewat Bu Mantik, Cara...
Lewat Bu Mantik, Cara Surabaya Atasi Aksi Terorisme
Tanaman Langka Bunga...
Tanaman Langka Bunga Lampion Tumbuh Subur di Surabaya
Jampersal Tekan Kematian...
Jampersal Tekan Kematian Ibu Hamil saat Bersalin
Risma Minta Jembatan...
Risma Minta Jembatan Joyoboyo Bisa Kelar November, Ada Apa?
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
7 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
7 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
8 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
8 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved