Pabrik Senpi Digerebek, Polisi Temukan Benda Diduga Bom Pipa

Rabu, 04 April 2018 - 20:37 WIB
Pabrik Senpi Digerebek,...
Pabrik Senpi Digerebek, Polisi Temukan Benda Diduga Bom Pipa
A A A
TANGERANG - Petugas Polsek Cipondoh dan Satreskrim Polrestro Tangerang Kota menggerebek pabrik senjata api (senpi) rakitan di wilayah Cipondoh.

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan tiga orang pelaku. Masing-masing berinisial A, H dan O. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah benda diduga bom pipa yang siap digunakan.

Kapolresto Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya juga berhasil mengamankan senpi dan campuran bahan peledak di dalam pabrik.

"Awalnya kami mendapatkan informasi bahwa ada tempat perakitan senpi ilegal di wilayah Cipondoh," kata Harry kepada KORAN SINDO di lokasi pabrik, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (4/4/2018).

Dari penggeledahan itu, petugas berhasil menemukan jenis senjata api ilegal dan campuran bahan peledak, serta benda diduga bom pipa. Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman benda tersebut.

"Ini masih kita dalami. Baru kita amankan ada tiga orang di polsek. Tetapi untuk dugaan awal, bahwa senpi itu diperjualbelikan dengan motifnya bisnis. belum ada indikasi terorisme," jelasnya.

Dijelaskan dia, senpi yang diproduksi laras pendek jenis pistol. Untuk mengetahuinya, dia akan melakukan pemerikaaan ke Puslabfor dan sedang tahap pendalaman.

"Sekali lagi, belum ada dugaan kaitan dengan apapun (terorisme). Motifnya memang diperjualbelikan senjata api buatan atau ilegal tersebut, kepada masyarakat umum," ungkap Harry.

Dilanjutkan Harry, pabrik senpi itu telah beroperasi cukup lama, yakni sejak 3 tahun lalu. Mereka biasa menjualbelikan senpi rakitannya melalui jejaring sosial.

"Tetapi yang jelas dari pengakuan awal tersangka, senjata api itu diperjualbelikan melalui media online. Saat ini, tersangka masih di polsek. Ada tiga orang. Masing-masing berinisial A, H dan O," katanya.

Saat ditanya lebih jauh, tentang adanya dugaan perakitan bom pipa di dalam pabrik, Harry kembali menegaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Masih kita dalami, karena ada beberapa barang yang dibawa oleh Puslabfor. Sedang di TKP, kita hanya temukan senjata api rakitan yang sudah jadi. Masih kita dalami bahan peledak itu," bebernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki benda mencurigakan diduga bom pipa itu.

"Saat ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Tadi Tim Gegana Polda Metro Jaya sudah melakukan pemeriksaan terkait penemuan benda mencurigakan tersebut," tukas Dedy.
(mhd)
Berita Terkait
Propam Gelar Pemeriksaan...
Propam Gelar Pemeriksaan Senjata Api Polisi di Polres Tegal
Pemusnahan 432 Puncuk...
Pemusnahan 432 Puncuk Senjata Api Rakitan Hasil Operasi Senpi di Sumsel
Polda Sumsel Musnahkan...
Polda Sumsel Musnahkan 532 Senjata Api Rakitan Laras Panjang dan Pendek
Jadi Perakit Senjata...
Jadi Perakit Senjata Api Sejak 2014 Tahun, Sabtudin Baru Ditangkap
Rakit Senpi Ilegal,...
Rakit Senpi Ilegal, Guru SMP Swasta di Malang Diamankan Polda Jatim
Kesal Selalu Campuri...
Kesal Selalu Campuri Urusan Rumah Tangganya, Menantu Letuskan Senpi ke Mertua
Berita Terkini
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
52 menit yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
54 menit yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
1 jam yang lalu
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
2 jam yang lalu
Bus Sekolah Gratis Disabilitas...
Bus Sekolah Gratis Disabilitas Pemkot Tangsel Dapat Sambutan Positif dari Orang Tua
2 jam yang lalu
Kecelakaan Maut Tewaskan...
Kecelakaan Maut Tewaskan 12 Orang di Pantura Indramayu, DPR: Pikap Angkut Penumpang Itu Ilegal!
2 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved