Penataan Tanah Abang, Pemprov DKI Sudah Dapat Data Survei yang Stabil
Senin, 26 Maret 2018 - 19:47 WIB
Penataan Tanah Abang, Pemprov DKI Sudah Dapat Data Survei yang Stabil
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pasca dilakukan penataan sementara, sudah didapat data yang stabil terkait survei di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Jadi alhamdulillah menunjukkan tren yang sekarang sudah stabil," ujar Sandi di Balai Kota, Senin (26/3/2018).
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan alasannya menunda pengumuman survei penataan pertama lantaran masih menunggu waktu yang pas.
"Mengenai surveinya yang waktu itu kami hold kemarin ini sudah ada pembicaraan. Jadi kita tinggal tunggu waktunya untuk bisa dirilis dari segi tingkat kepuasan masyarakat yang datang ke Tanah Abang," kata Sandi.
Survei kepuasan itu, kata Sandi, merupakan data real yang diolah oleh Jakarta Smart City. Artinya, kepuasan masyarakat yang datang ke Tanah Abang yang menjadi pertimbangan.
"Jadi, bukan tingkat kepuasan masyarakat yang ada di sosial media atau hanya di sekitar wilayah tapi yang datang ke Tanah Abang, baik itu yang pengguna kereta api, pejalan kaki di sekitar Tanah Abang, teman-teman pedagang kecil, dan juga teman- teman angkot," tegasnya.
Belum adanya koordinasi antarlembaga merupakan kendala utama saat hendak menyampaikan hasil survei. Pihaknya merencanakan agar bulan ini hasil survei tersebut dapat disampaikan ke masyarakat.
"Sebenarnya sudah ready sekitar satu bulan yang lalu, tapi waktu itu kami putuskan hold untuk diberi kesempatan kita melakukan koordinasi dengan beberapa pemangku kepentingan," tutupnya.
"Jadi alhamdulillah menunjukkan tren yang sekarang sudah stabil," ujar Sandi di Balai Kota, Senin (26/3/2018).
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan alasannya menunda pengumuman survei penataan pertama lantaran masih menunggu waktu yang pas.
"Mengenai surveinya yang waktu itu kami hold kemarin ini sudah ada pembicaraan. Jadi kita tinggal tunggu waktunya untuk bisa dirilis dari segi tingkat kepuasan masyarakat yang datang ke Tanah Abang," kata Sandi.
Survei kepuasan itu, kata Sandi, merupakan data real yang diolah oleh Jakarta Smart City. Artinya, kepuasan masyarakat yang datang ke Tanah Abang yang menjadi pertimbangan.
"Jadi, bukan tingkat kepuasan masyarakat yang ada di sosial media atau hanya di sekitar wilayah tapi yang datang ke Tanah Abang, baik itu yang pengguna kereta api, pejalan kaki di sekitar Tanah Abang, teman-teman pedagang kecil, dan juga teman- teman angkot," tegasnya.
Belum adanya koordinasi antarlembaga merupakan kendala utama saat hendak menyampaikan hasil survei. Pihaknya merencanakan agar bulan ini hasil survei tersebut dapat disampaikan ke masyarakat.
"Sebenarnya sudah ready sekitar satu bulan yang lalu, tapi waktu itu kami putuskan hold untuk diberi kesempatan kita melakukan koordinasi dengan beberapa pemangku kepentingan," tutupnya.
(thm)