Polda Metro Jaya Tingkatkan Pemantauan Warga Negara Asing

Rabu, 21 Maret 2018 - 19:04 WIB
Polda Metro Jaya Tingkatkan...
Polda Metro Jaya Tingkatkan Pemantauan Warga Negara Asing
A A A
JAKARTA - Polisi hingga kini masih terus melakukan pengembangan kasus pembobolan dana nasabah di ATM dengan modus skimming. Polisi juga sudah membentuk tim pemantau warga negara asing (WNA) yang datang ke Indonesia, khususnya Jakarta, guna mengantisipasi kasus serupa.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus skimming yang telah merugikan sejumlah nasabah bank itu. Timnya sudah berangkat keliling Jawa, Bali, dan NTT, untuk berkoordinasi dengan polisi setempat. (Baca: Kejar Pelaku Skimming, Polda Metro Keliling Jawa, Bali, dan NTT)

Secara bersamaan, Polda Metro Jaya akan mengantisipasi kejadian serupa. Untuk itu, polisi meningkatkan pemantauan terhadap WNA yang berkunjung ke Indonesia. Dalam hal ini pihaknya meminta bantuan dari Direktorat Intel dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya telah memiliki tim pemantau orang asing (timpora).

"Kami, Polda Metro Jaya, ada Direktorat Intelijen (Intelkam). Di situ ada satuan pengawasan orang asing (timpora) dan informasi ini sudah kami kirim kepada Direktur Intelijen," ujar Nico kepada wartawan, Rabu (21/3/2018).

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya telah meringkus enam orang yang diduga pelaku skimming. Dari enam pelaku, lima diantaranya merupakan WNA. Mereka adalal IRL, LNM, ASC, ketiganya warga negara Rumania; FH, warga negara Hungaria; dan BKV, warga negara Bulgaria. Adapun satu palaku lainnya adalah MK, warga negara Indonesia.

Untuk mencegah tindak pidana yang dilakukan WNA, Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. (Baca juga: Kasus Skimming, Polda Metro Kejar Semua Pelaku Sampai Tuntas)

"Sesuai kewenangan imigrasi dalam melakukan pengecekan terhadap orang asing dan juga memberikan visa, tentu data yang kami dapat ini diperlukan imigrasi dan kami membutuhkan data pihak imigrasi. Jadi kerja sama antar lembaga ini penting dalam rangka menanggulangi tindak pidana skimming," terangnya.

Menurut Nico, adanya kerja sama antar lembaga itu membuat kepolisian lebih mudah mendapatkan informasi. Karena itu, bila perlu, polisi bakal berkoordinasi dan bertukar data dengan kesatuan imigrasi di Asia dan dunia.
(thm)
Berita Terkait
Heboh Pencurian Uang...
Heboh Pencurian Uang di Tabungan, Nasabah Datangi Kantor Bank di Kendari
Peretasan Mata Uang...
Peretasan Mata Uang Kripto Makin Marak, Dana SAFU Diperkuat
Uang Nasabah Diduga...
Uang Nasabah Diduga Hilang, BRI Jelaskan Duduk Perkaranya
Tertipu Investasi Kripto...
Tertipu Investasi Kripto Squid Game, Tabungan Orang Ini Amblas Ratusan Juta
Pendiri Kripto Squid...
Pendiri Kripto Squid Game Minggat, Bawa Kabur Duit Nasabah Miliaran Rupiah
Rusia Diet Energi, Penambang...
Rusia Diet Energi, Penambang Crypto Dilarang Mulai 1 Januari 2025
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
6 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
8 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
9 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
11 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
11 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved