Ironi Warga Cikalong Wetan di Tengah Kepungan Pekerja Migran Proyek KA Cepat

Rabu, 21 Maret 2018 - 14:12 WIB
Ironi Warga Cikalong...
Ironi Warga Cikalong Wetan di Tengah Kepungan Pekerja Migran Proyek KA Cepat
A A A
BANDUNG BARAT - Megaproyek KA Cepat Jakarta-Bandung yang melintasi kawasan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menciptakan 'new world' bagi warga sekitar. Keseharian masyarakat lokal kian terpinggirkan dan cenderung terasing di tengah hiruk pikuk pekerja proyek dimana hampir semuanya adalah warga migran yang berasal dari China.

Keluh kesah warga tampak terlihat ketika ada kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno ke proyek KA Cepat di Walini. Warga sekitar yang akan melintas pulang ke rumahnya ditahan dan tidak bisa melintas.

Bahkan hal yang membuat kesal saat berbicara ke warga mereka menggunakan bahasa Indonesia tapi ketika berbicara dengan rekannya menggunakan bahasa China. "Saya asli orang sini, ini mau lewat pulang ditahan oleh orang China. Ngga terima saya," kata Sarmita warga Cikuda, Desa Mandalamukti, Cikalong Wetan, KBB, Rabu (21/3/2018).

Pekerja migran dari China memang tampak mendominasi di lokasi proyek. Mereka saling berkomunikasi menggunakan bahasa China dihadapan warga setempat, sehingga kerap memicu ketersinggungan. Apalagi papan pengumuman atau proyek dicantumkan dalam bahasa China sehingga warga lokal tidak paham.

Warga lainnya yang bekerja di lokasi proyek pembangunan, mengeluh jika selama ini para atasannya banyak berbicara dalam bahasa China. Padahal ada dari mereka yang bisa bahasa Indonesia. Selain itu soal honor pekerja Rp90.000/hari kadang sering dibayarkan terlambat, sehingga pekerja lokal yang berjumlah 30 orang sering demo dulu, baru honor dibayarkan.

Sementara Menteri BUMN Rini Soemarno mengakui, jika proyek KA cepat tidak akan sesuai target awal yang dicanangkan trail pada 2020. Namun karena banyak kendala khususnya dalam hal pembebasan lahan maka rencana ini menjadi molor. Proyek KA cepat ini melintasi 9 kabupaten/kota dan dari jumlah itu empat tata ruangnya terlambat karena baru selesai Oktober 2017.

"Kami bahu membahu dengan dirjen dan partner agar pekerjaan ini bisa selesai dengan aman. Meskipun ada keterlambatan tapi secara pendanaan masih aman dan tidak ada pembengkakan anggaran," tandasnya.
(wib)
Berita Terkait
Molor Lagi, Membengkak...
Molor Lagi, Membengkak Lagi
2.000 TKA China Dibutuhkan...
2.000 TKA China Dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Tim Khusus Akan Awasi
Ada 2.000 Pekerja China...
Ada 2.000 Pekerja China di Proyek Kereta Cepat, Menaker: Perbandingan 1:5
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Jumlah TKA di Indonesia...
Jumlah TKA di Indonesia Tahun 2022 Sebanyak 96,57 Ribu Pekerja
Berita Terkini
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
9 menit yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
10 menit yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
2 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
3 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
3 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved