Sandi Tak Ingin Penataan Tanah Abang Tahap Kedua Terburu-buru
Jum'at, 09 Maret 2018 - 22:04 WIB
Sandi Tak Ingin Penataan Tanah Abang Tahap Kedua Terburu-buru
A
A
A
JAKARTA - Penataan PKL tahap pertama di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat telah berjalan. Namun, dalam penataan proses tahap kedua ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak ingin terburu-buru.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Dia mengatakan, pihaknya hingga kini masih mengkaji dan bakal menggelar pertemuan dengan sejumlah instansi terkait penataan kawasan tersebut.
"Iya, ini surveinya adalah data konkret pertama yang kita miliki. Kalau dulu kan data waze, data dari katanya-katanya. Tapi ini benar-benar berbasis dan kita punya metodenya," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (9/3/2018).
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, data yang dilampirkan berdasarkan survei pelaku. "Sekarang ini baru survei yang berkaitan dengan tingkat kepuasan daripada masyarakat," lanjutnya.
Sandi melanjutkan, untuk penataan Tanah Abang tahap dua masih menunggu hasil kajian dan masukan dari masyarakat.
"Nanti setelah kita terima masukan. Kita ingin bicara dulu sosialisasi. Belajar dari tahap pertama kita tidak ingin terburu-buru. Kita didorong kan sama kalian, didorong-dorong sama netizen akhirnya terburu-buru," urainya.
Pada tahap dua ini, kata dia, pihaknya akan meminta masukan dari sejumlah lembaga instansi dan pejalan kaki agar penataan kawasan tersebut lebih baik lagi.
"Kita belum sosialisasi yang cukup, akhirnya belum sempet komunikasi dengan pak Halim (Dirlantas Polda Metro) Jaya) belum sempet komunikasi panjang dengan instansi terkait, belum sempat ngomong sama pejalan kaki, Ombudsman. Ini yang kita ingin nanti tahap kedua kita ngomong dulu baru nanti kita," sambung Sandi.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Dia mengatakan, pihaknya hingga kini masih mengkaji dan bakal menggelar pertemuan dengan sejumlah instansi terkait penataan kawasan tersebut.
"Iya, ini surveinya adalah data konkret pertama yang kita miliki. Kalau dulu kan data waze, data dari katanya-katanya. Tapi ini benar-benar berbasis dan kita punya metodenya," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (9/3/2018).
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, data yang dilampirkan berdasarkan survei pelaku. "Sekarang ini baru survei yang berkaitan dengan tingkat kepuasan daripada masyarakat," lanjutnya.
Sandi melanjutkan, untuk penataan Tanah Abang tahap dua masih menunggu hasil kajian dan masukan dari masyarakat.
"Nanti setelah kita terima masukan. Kita ingin bicara dulu sosialisasi. Belajar dari tahap pertama kita tidak ingin terburu-buru. Kita didorong kan sama kalian, didorong-dorong sama netizen akhirnya terburu-buru," urainya.
Pada tahap dua ini, kata dia, pihaknya akan meminta masukan dari sejumlah lembaga instansi dan pejalan kaki agar penataan kawasan tersebut lebih baik lagi.
"Kita belum sosialisasi yang cukup, akhirnya belum sempet komunikasi dengan pak Halim (Dirlantas Polda Metro) Jaya) belum sempet komunikasi panjang dengan instansi terkait, belum sempat ngomong sama pejalan kaki, Ombudsman. Ini yang kita ingin nanti tahap kedua kita ngomong dulu baru nanti kita," sambung Sandi.
(mhd)