PT Transjakarta Klaim Jumlah Penumpang Tembus 500.000 Orang
Jum'at, 02 Maret 2018 - 06:12 WIB
PT Transjakarta Klaim Jumlah Penumpang Tembus 500.000 Orang
A
A
A
JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengklaim jumlah penumpang bus Transjakarta telah mencapai 502.389 pada Rabu, 28 Februari kemarin. Namun sayang penambahan jumlah penumpang dinilai tidak sebanding dengan koridor dan subsidi.
Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, pada Rabu kemarin, PT Transjakarta membukukan rekor baru dengan melayani 502.389 pelanggan. Prestasi ini, memotivasi Transjakarta untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.
Dengan pembukaan rute baru, integrasi moda transportasi, dan konektivitas.“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang mengandalkan layanan Transjakarta,” kata Budi Kaliwono, kemarin.
Budi menjelaskan, ada sejumlah faktor yang merealisasikan penambahan pelanggan, yakni penambahan jumlah bus yang beroperasi, perluasan rute, dan implementasi program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OK Otrip.
Saat ini, Transjakarta memiliki 13 koridor, 113 rute, dan lima rute OK Otrip. Dengan jumlah bus yang beroperasi rata-rata sebanyak 1.300 unit setiap harinya. Adapun pada Kamis (1/3/2018), Transjakarta membuka dua halte di koridor 13, yakni halte Swadarma dan JORR.
Pengoperasian kedua fasilitas ini melengkapi halte dilengkapi yang sebelumnya telah beroperasi, antara lain Halte Tendean, Halte Tirtayasa, Halte Seskoal dan Halte Kebayoran Lama, Halte Mayestik, Halte Cipulir, Halte Adam Malik, Halte Puri Beta I, dan Puri halte Beta II.
"Setiap harinya, Transjakarta melayani 15.000 pelanggan koridor 13 . Kehadiran jalan layang khusus Transjakarta memberikan solusi untuk mengatasi masalah kemacetan dan mobilitas masyarakat," ungkapnya.
Untuk periode Januari-Februari 2018, Transjakarta telah melayani 26 juta pelanggan. Angka ini diproyeksikan meningkat terus. Sehingga mampu mencapai target yang diproyeksikan Transjakarta. Adapun Transjakarta mengangkut 144,86 juta pelanggan pada 2017, naik 17,09% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 123,71 juta.
Direktur Institut Studi Transportasi (Instrans), Dharmaningtyas meminta PT Transjakarta jangan cepat bangga dengan pencapaian pelanggan yang baru sekitar 500.000. Menurutnya, pencapaian itu belum apa-apa bila dibandingkan dengan jumlah bus, jalur dan subsidi pada 2011.
Tyas menjelaskan, pada 2011, jumlah bus hanya sekitar 700 unit dengan koridor hanya 10 dan subsidinya cuma Rp600 miliar. Tapi penumpangnya mencapai 350.000 pelanggan. Artinya, dengan kondisi sekarang yang mencapai 80 koridor Bus Rapid Transit (BRT) dan non-BRT, jumlah bus mencapai 1.300 dan subsidinya mencapai Rp2,8 triliun, penumpang harusnya sudah mencapai target 1 juta penumpang.
"Jadi cara menghitungnya seperti itu. Bukan bangga dengan peningkatan jumlah penumpang tapi, enggak menghitung perbandingannya. Itu pasti ada yang salah," ungkapnya.
Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, pada Rabu kemarin, PT Transjakarta membukukan rekor baru dengan melayani 502.389 pelanggan. Prestasi ini, memotivasi Transjakarta untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.
Dengan pembukaan rute baru, integrasi moda transportasi, dan konektivitas.“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang mengandalkan layanan Transjakarta,” kata Budi Kaliwono, kemarin.
Budi menjelaskan, ada sejumlah faktor yang merealisasikan penambahan pelanggan, yakni penambahan jumlah bus yang beroperasi, perluasan rute, dan implementasi program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OK Otrip.
Saat ini, Transjakarta memiliki 13 koridor, 113 rute, dan lima rute OK Otrip. Dengan jumlah bus yang beroperasi rata-rata sebanyak 1.300 unit setiap harinya. Adapun pada Kamis (1/3/2018), Transjakarta membuka dua halte di koridor 13, yakni halte Swadarma dan JORR.
Pengoperasian kedua fasilitas ini melengkapi halte dilengkapi yang sebelumnya telah beroperasi, antara lain Halte Tendean, Halte Tirtayasa, Halte Seskoal dan Halte Kebayoran Lama, Halte Mayestik, Halte Cipulir, Halte Adam Malik, Halte Puri Beta I, dan Puri halte Beta II.
"Setiap harinya, Transjakarta melayani 15.000 pelanggan koridor 13 . Kehadiran jalan layang khusus Transjakarta memberikan solusi untuk mengatasi masalah kemacetan dan mobilitas masyarakat," ungkapnya.
Untuk periode Januari-Februari 2018, Transjakarta telah melayani 26 juta pelanggan. Angka ini diproyeksikan meningkat terus. Sehingga mampu mencapai target yang diproyeksikan Transjakarta. Adapun Transjakarta mengangkut 144,86 juta pelanggan pada 2017, naik 17,09% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 123,71 juta.
Direktur Institut Studi Transportasi (Instrans), Dharmaningtyas meminta PT Transjakarta jangan cepat bangga dengan pencapaian pelanggan yang baru sekitar 500.000. Menurutnya, pencapaian itu belum apa-apa bila dibandingkan dengan jumlah bus, jalur dan subsidi pada 2011.
Tyas menjelaskan, pada 2011, jumlah bus hanya sekitar 700 unit dengan koridor hanya 10 dan subsidinya cuma Rp600 miliar. Tapi penumpangnya mencapai 350.000 pelanggan. Artinya, dengan kondisi sekarang yang mencapai 80 koridor Bus Rapid Transit (BRT) dan non-BRT, jumlah bus mencapai 1.300 dan subsidinya mencapai Rp2,8 triliun, penumpang harusnya sudah mencapai target 1 juta penumpang.
"Jadi cara menghitungnya seperti itu. Bukan bangga dengan peningkatan jumlah penumpang tapi, enggak menghitung perbandingannya. Itu pasti ada yang salah," ungkapnya.
(whb)