Kolom Abu Sinabung Capai 5 Km, Warga Diminta Jauhi Zona Merah
Senin, 19 Februari 2018 - 16:11 WIB
Kolom Abu Sinabung Capai 5 Km, Warga Diminta Jauhi Zona Merah
A
A
A
KARO - Setelah gunung Sinabung meletus warga Kabupaten Karo diminta menjauhi zona merah sekitar. Masyarakat di sekitar sungai Laborus juga diharapkan untuk waspada saat hujan, karena merupakan aliran lahar.
"Sinabung erupsi pada pukul 08.54 WIB dan tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter (5 Kilometer). Warga diimbau untuk menjauhi zona merah," kata Kepala Stasiun Pos Pemantau Gunung Api Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra, Senin (19/2/2018).
Berdasarkan pantauan, kata Armen, Gunung Sinabung erupsi dan mengeluarkan luncuran awan panas sejauh 4,9 kilometer ke arah tenggara-selatan. Luncuran awan panas juga mengarah ke timur-tenggara sejauh 3,9 kilometer. Pada saat erupsi juga sempat terjadi gempa selama 607 detik.
Dia menambahkan, selain mengeluarkan material vulkanik, Gunung Sinabung masih akan terus berpotensi menghasilkan awan panas, guguran lava, serta erupsi. Kondisi puncak gunung Sinabung masih tertutup abu.
"Secara visual kita tidak bisa pantau (puncak gunung Sinabung) karena tertutup abu. Saat ini arah angin mengarah ke barat dan selatan," pungkas Armen.
"Sinabung erupsi pada pukul 08.54 WIB dan tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter (5 Kilometer). Warga diimbau untuk menjauhi zona merah," kata Kepala Stasiun Pos Pemantau Gunung Api Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra, Senin (19/2/2018).
Berdasarkan pantauan, kata Armen, Gunung Sinabung erupsi dan mengeluarkan luncuran awan panas sejauh 4,9 kilometer ke arah tenggara-selatan. Luncuran awan panas juga mengarah ke timur-tenggara sejauh 3,9 kilometer. Pada saat erupsi juga sempat terjadi gempa selama 607 detik.
Dia menambahkan, selain mengeluarkan material vulkanik, Gunung Sinabung masih akan terus berpotensi menghasilkan awan panas, guguran lava, serta erupsi. Kondisi puncak gunung Sinabung masih tertutup abu.
"Secara visual kita tidak bisa pantau (puncak gunung Sinabung) karena tertutup abu. Saat ini arah angin mengarah ke barat dan selatan," pungkas Armen.
(wib)