Tinjau Lokasi Longsor, Aher Sebut Bogor 90% Rawan Bencana Alam

Selasa, 06 Februari 2018 - 17:55 WIB
Tinjau Lokasi Longsor,...
Tinjau Lokasi Longsor, Aher Sebut Bogor 90% Rawan Bencana Alam
A A A
BOGOR - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau biasa disapa Aher menegaskan, pihaknya bersama kementerian sosial (Kemensos) akan memberikan uang kerohiman maupun menyelesaikan pengurusan jenazah korban meninggal akibat tertimbun longsor di Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Selasa (6/2/2018).

Kemudian, bagi korban selamat, pihaknya sudah menyediakan medis dan psikolog yang diperuntukan untuk memulihkan rasa trauma atau psikologi para korban. (Baca: Longsor di Puncak, 1 Korban Tertimbun Kembali Ditemukan )

"Dalam mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak menimbulkan korban jiwa. Pihaknya sudah melakukan mitigasi bencana, bahwa wilayah Bogor itu 90%-nya rawan bencana. Maka dari itu, kewajiban kita untuk terus memberikan kesadaran dan pemahaman bahwa kita itu tinggal di daerah rawan bencana. Maka dari itu, kita harus selalu waspada," terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menegakan aturan secara tegas jika masih banyak masyarakat yang nekat membangun pemukiman di dataran tinggi atau tebingan rawan longsor seperti di Bogor.

"Pemerintah harus tegas menegakan aturan terkait daerah-daerah yang rawan bencana, khususnya tebing atau dataran tinggi itu tidak boleh dibangun, apalagi sampai dijadikan pemukiman," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Nurhayanti mengatakan, yang perlu digaris bawahi bahwa, benar adanya Kabupaten Bogor ini daerah rawan bencana.

"Dari 40 kecamatan yang ada di kabupaten Bogor, 24 kecamatan adalah rawan bencana. Khususnya bencana longsor ketika curah hujan tinggi," katanya.

Upaya Pemkab Bogor adalah selalu intensif mensosialisasikan menyangkut kesiapsiagaan yang sewaktu-waktu bencana alam mengancam. (Baca: Ayah Dianti: Kami Ikhlas, tapi Kalau Bangun Infrastruktur yang Benar )

"Khususnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, selalu siaga ketika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini," katanya.

Ia juga menjelaskan, paska bencana pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat dalam melakukan relokasi terhadap masyarakat yang tinggal di dataran tinggi rawan bencana.

"Saya kira relokasi adalah upaya paska bencana yang sudah diprogramkan dan itu solusi terkahir dalam mengantisipasinya terjadinya bencana hingga menimbulkan korban jiwa," terangnya.
(mhd)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
16 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
17 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
19 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved