Tinjau Longsor Puncak, Menteri PUPR Minta PKL Ditertibkan
Selasa, 06 Februari 2018 - 13:41 WIB
Tinjau Longsor Puncak, Menteri PUPR Minta PKL Ditertibkan
A
A
A
BOGOR - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono meninjau dua titik longsor di Puncak, Cisarua, Bogor, Selasa (6/2/2018). Ada beberapa saran untuk segera ditanggulangi terkait jalan, tebing dan PKL.
"Tadi kita sudah meninjau dua titik longsor di Puncak, Bogor. Khususnya di kawasan Puncak saya akan berkomunikasi dengan polisi, terkait traffic manajemennya yang beberapa hari ini ditutup," kata Basuki pada wartawan Selasa (6/2/2018).
Terkait longsor di kawasan Puncak ini, Basuki menyarankan mulai dari titik longsor Gunung Mas harus dilakukan assessment secepatnya karena ada bidang gelincir longsornya dari tebing. "Di bawahnya ada warung-warung saya kira itu harus pergi. Harus dikosongkan bahaya sekali," ungkapnya.
Sedangkan terkait jalan, pihaknya juga akan memperbaiki yang dimulai dari bawah. "Rencananya semua (tebing dan jalan) akan kita kupas. Kalau tidak, itu akan longsor lagi, setelah itu akan kita bikin terasering," ujarnya.
Basuki menuturkan, proses pengerjaannya menggunakan metode kupas tebing itu, kata dia membutuhkan sekitar satu Minggu."Maka dari itu kita perlu koordinasi dengan kepolisian, karena selama proses pengupasan tebing dan pembangunan terasering tebing ini jalan akan digeser ke kanan. Agar sambil dikerjakan, jalan tetap bisa dilewati. Jadi tidak terlalu lama memutus jalan ini," ucapnya.
Basuki menyimpulkan kawasan Puncak yang terjadi longsor ini, merupakan daerah rawan karena perubahan tata ruang, sudah banyak digunakan permukiman."Ini harus diatur kembali dan kebetulan kita memang sedang merencanakan pelebaran jalan Puncak I ini. Datarannya sudah berubah dan ini yang harus kita tata kembali," tegasnya.
Menurutnya, hampir sebagian besar PKL di kawasan Puncak, mulai dari Riung Gunung hingga Puncak Pass ini bahaya semua ini. "Untuk kita tempatkan di satu tempat. Kita sudah bawa ke sidang kabinet dan jadi prioritas penataan Puncak ini. Anggaran sudah ada dan disiapkan semua," ucapnya.
"Tadi kita sudah meninjau dua titik longsor di Puncak, Bogor. Khususnya di kawasan Puncak saya akan berkomunikasi dengan polisi, terkait traffic manajemennya yang beberapa hari ini ditutup," kata Basuki pada wartawan Selasa (6/2/2018).
Terkait longsor di kawasan Puncak ini, Basuki menyarankan mulai dari titik longsor Gunung Mas harus dilakukan assessment secepatnya karena ada bidang gelincir longsornya dari tebing. "Di bawahnya ada warung-warung saya kira itu harus pergi. Harus dikosongkan bahaya sekali," ungkapnya.
Sedangkan terkait jalan, pihaknya juga akan memperbaiki yang dimulai dari bawah. "Rencananya semua (tebing dan jalan) akan kita kupas. Kalau tidak, itu akan longsor lagi, setelah itu akan kita bikin terasering," ujarnya.
Basuki menuturkan, proses pengerjaannya menggunakan metode kupas tebing itu, kata dia membutuhkan sekitar satu Minggu."Maka dari itu kita perlu koordinasi dengan kepolisian, karena selama proses pengupasan tebing dan pembangunan terasering tebing ini jalan akan digeser ke kanan. Agar sambil dikerjakan, jalan tetap bisa dilewati. Jadi tidak terlalu lama memutus jalan ini," ucapnya.
Basuki menyimpulkan kawasan Puncak yang terjadi longsor ini, merupakan daerah rawan karena perubahan tata ruang, sudah banyak digunakan permukiman."Ini harus diatur kembali dan kebetulan kita memang sedang merencanakan pelebaran jalan Puncak I ini. Datarannya sudah berubah dan ini yang harus kita tata kembali," tegasnya.
Menurutnya, hampir sebagian besar PKL di kawasan Puncak, mulai dari Riung Gunung hingga Puncak Pass ini bahaya semua ini. "Untuk kita tempatkan di satu tempat. Kita sudah bawa ke sidang kabinet dan jadi prioritas penataan Puncak ini. Anggaran sudah ada dan disiapkan semua," ucapnya.
(whb)