Salut, Polisi Ini Rela Jadi Guru Bantu di PAUD di Pelosok
Jum'at, 02 Februari 2018 - 13:57 WIB
Salut, Polisi Ini Rela Jadi Guru Bantu di PAUD di Pelosok
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Salut, satu kata ini pantas disematkan kepada seorang anggota Polri yang bertugas sebagai Babinkamtibmas di sebuah desa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.
Ia adalah Bripka Yulianto (38) yang bertugas di Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai. Setiap pagi hari pukul 06.00 WIB, suami dari Yuli Retnowati ini rela meluangkan waktunya untuk menjadi guru bantu di sekolah PAUD kelompok bermain Anggrek Tunas Baru sebelum bertugas sebagai babinkamtibmas.
"Saya sudah 1 tahun terakhir ini menjadi guru bantu di PAUD ini. Saya lakukan ini secaea ikhlas tanpa instruksi pimpinan," ujar ayah dari M Dafa Maulana (13) dan Raisya Safa Kanahaya (7) ini.
Pria kelahiran 12 Desember 1980 ini setiap hari berangkat dari rumahnya di Perum Tora Graha RT 7, Desa Pasir Panjang menuju PAUD sekira pukul 06.00 WIB dengan jarak sekira 20 kilometer.
"Yah 30 menit lah sampai Desa Kapitan dan melintasi kebun sawit dan kebun warga untuk sampai ke PAUD," ujar pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini yang sudah 18 tahun menjadi anggota Polri.
Dikatakan, pengalamannya selama menjadi Babinkamtibmas di desa banyak senangnya. "Pengalaman sedih hampir tidak ada, saya ikhlas saja karena ini sudah menjadi tugas seorang polisi," katanya.
Apa yang diajarkan dirinya kepada sekitar 21 murid PAUD adalah menggambar, menulis dan berhitung. Supaya saat masuk ke jenjang berikutnya di tingkat SD, anak-anak nanti sudah siap.
"Dulu PAUD ini minim muridnya, mayoritas warga di Desa Kapitan langsung menyekolahkan anak-anaknya ke SD. Tapi dengan cara saya mendekati para orangtua akhirnya mereka tahu bahwa sekolah PAUD juga penting untuk persiapan masuk SD. Dan sekarang muridnya mulai banyak," sebutnya.
Kepala Sekolah PAUD kelompok bermain Anggrek Tunas Baru, Sinta Safitri (23) menjelaskan, guru di PAUd ini ada tiga orang termasuk dirinya. Sekolah PAUD ini milik desa yang dibangun 2010 dan mulai digunakan 2012.
"Alhamdulillah merasa terbantu dengan adanya Pak Yulianto, yang awalnya muridnya sepi kini jadi ramai. Kemudian yang awalnya anak-anak takut sama polisi kini justru semakin senang. Dan saya salut luar biasa baiknya Pak Yulianto rela menjadi guru bantu tanpa digaji," sebutnya.
Terpisah, Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Z Sirait mengaku salut dengan inisiatif anak buahnya yang melakukan terobosan dengan membantu mengajar di PAUD. Meski jauh dari tupoksinya sebagai babinkamtibmas namun Bripka Yulianto menjalankannya dengan ikhlas.
"Sangat saya apresiasi, yang pasti akan saya beri reward. Ini menarik karena tidak ada perintah dari pimpinan, dia melakukannya sendiri secara ikhlas. Dan harapan saya ke depan ada Yulianto Yulianto lainnya," pungkasnya.
Ia adalah Bripka Yulianto (38) yang bertugas di Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai. Setiap pagi hari pukul 06.00 WIB, suami dari Yuli Retnowati ini rela meluangkan waktunya untuk menjadi guru bantu di sekolah PAUD kelompok bermain Anggrek Tunas Baru sebelum bertugas sebagai babinkamtibmas.
"Saya sudah 1 tahun terakhir ini menjadi guru bantu di PAUD ini. Saya lakukan ini secaea ikhlas tanpa instruksi pimpinan," ujar ayah dari M Dafa Maulana (13) dan Raisya Safa Kanahaya (7) ini.
Pria kelahiran 12 Desember 1980 ini setiap hari berangkat dari rumahnya di Perum Tora Graha RT 7, Desa Pasir Panjang menuju PAUD sekira pukul 06.00 WIB dengan jarak sekira 20 kilometer.
"Yah 30 menit lah sampai Desa Kapitan dan melintasi kebun sawit dan kebun warga untuk sampai ke PAUD," ujar pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini yang sudah 18 tahun menjadi anggota Polri.
Dikatakan, pengalamannya selama menjadi Babinkamtibmas di desa banyak senangnya. "Pengalaman sedih hampir tidak ada, saya ikhlas saja karena ini sudah menjadi tugas seorang polisi," katanya.
Apa yang diajarkan dirinya kepada sekitar 21 murid PAUD adalah menggambar, menulis dan berhitung. Supaya saat masuk ke jenjang berikutnya di tingkat SD, anak-anak nanti sudah siap.
"Dulu PAUD ini minim muridnya, mayoritas warga di Desa Kapitan langsung menyekolahkan anak-anaknya ke SD. Tapi dengan cara saya mendekati para orangtua akhirnya mereka tahu bahwa sekolah PAUD juga penting untuk persiapan masuk SD. Dan sekarang muridnya mulai banyak," sebutnya.
Kepala Sekolah PAUD kelompok bermain Anggrek Tunas Baru, Sinta Safitri (23) menjelaskan, guru di PAUd ini ada tiga orang termasuk dirinya. Sekolah PAUD ini milik desa yang dibangun 2010 dan mulai digunakan 2012.
"Alhamdulillah merasa terbantu dengan adanya Pak Yulianto, yang awalnya muridnya sepi kini jadi ramai. Kemudian yang awalnya anak-anak takut sama polisi kini justru semakin senang. Dan saya salut luar biasa baiknya Pak Yulianto rela menjadi guru bantu tanpa digaji," sebutnya.
Terpisah, Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Z Sirait mengaku salut dengan inisiatif anak buahnya yang melakukan terobosan dengan membantu mengajar di PAUD. Meski jauh dari tupoksinya sebagai babinkamtibmas namun Bripka Yulianto menjalankannya dengan ikhlas.
"Sangat saya apresiasi, yang pasti akan saya beri reward. Ini menarik karena tidak ada perintah dari pimpinan, dia melakukannya sendiri secara ikhlas. Dan harapan saya ke depan ada Yulianto Yulianto lainnya," pungkasnya.
(nag)