Tokoh Muda Muhammadiyah Minta Kasus Busung Lapar di Asmat Dituntaskan

Senin, 29 Januari 2018 - 16:25 WIB
Tokoh Muda Muhammadiyah...
Tokoh Muda Muhammadiyah Minta Kasus Busung Lapar di Asmat Dituntaskan
A A A
SURABAYA - Tokoh muda Muhammadiyah Defy Indiyanto Budiarto mengajak semua elemen bangsa untuk bergandengan tangan menyelesaikan kasus busung lapar di Kabupaten Asmat, Papua."Kejadian Busung Lapar Asmat adalah kejadian yang sangat memiluhkan bagi seluruh elemen anak bangsa. Kita yakin kejadian ini telah berlangsung bertahun tahun, tetapi baru sekarang kita ketahui, apalagi dari letak geografis, wilayah tersebut berada di daerah terpencil yang sulit dijangkau," kata Defy saat berkunjung ke Surabaya, Senin (29/1/2018).
Menurut Defy, kejadian busung lapar tersebut bukan tanggung jawab pemerintah saja. Ini adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. "Jadi harus segera kita tuntaskan secara bersama sama," kata pemuda yang menjabat Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olah Raga (LSBO) PP Muhammadiyah ini.
Seperti diberitakan, puluhan anak meninggal akibat kejadian luar biasa (KLB) campak disertai gizi buruk di Asmat dalam empat bulan terakhir. Dan belasan bayi mendapat perawatan karena badannya kurus.

Presiden Joko Widodo sudah menerjunkan tim dari TNI dan Kemenkes untuk menyelesaikan kasus gizi burk dan campal di Asmat, Papua.

"Permasalahan ini tidak bisa hanya kita serahkan sama pemerintahan pusat atau pemerintahan daerah saja, tetapi akan cepat selesai bila seluruh elemen bangsa, bergandengan tangan dengan pemerintah, sehingga penderitaan busung lapar yang dialami saudara kita suku Asmat segera tuntas, dan mereka dapat hidup dengan berkecukupan terutama soal makanan," ujar Defy.

Dia meminta kejadian busung lapar ini dipolitisasi atau dengan kata lain dijadikan isu politik oleh elit elit politik di negeri ini. Sebab bila politisasi itu terjadi maka akan menjadi tragedi yang buruk, bagi etika perpolitikan kebangsaan di masa depan.

"Seharusnya yang kita lakukan adalah, bagaiamana musibah busung lapar Asmat ini, menjadi momen bagi seluruh elemen anak bangsa untuk kembali mempererat rasa persaudaran, yang belakangan ini mulai hilang di tengah-tengah kehidupan berbangsa," tandas Defy.
(sms)
Berita Terkait
Derita Gizi Buruk Sejak...
Derita Gizi Buruk Sejak Umur 5 Bulan, BB Iqbal Kini Hanya 12 Kg di Umur 19 Tahun
Sempat Menolak Anaknya...
Sempat Menolak Anaknya Dirawat di RS, Kini Balita Penderita Gizi Buruk Asal Pidie Jaya Mulai Ditangani di RSUDZA
Wabah Gizi Buruk Ancam...
Wabah Gizi Buruk Ancam Anak-anak Yaman
Intervensi Remaja Menuju...
Intervensi Remaja Menuju 'Zero New Stunting'
Balita di Sidimpuan...
Balita di Sidimpuan Ini Alami Kekurangan Gizi, Ke mana Wali Kota?
Setiap Hari Makan Ubi...
Setiap Hari Makan Ubi dan Pisang, Balita Idap Gizi Buruk di Sikka
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
30 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
40 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved