Ratusan Kepala Desa di Karawang Tolak Salurkan Beras Sejahtera

Senin, 29 Januari 2018 - 11:11 WIB
Ratusan Kepala Desa...
Ratusan Kepala Desa di Karawang Tolak Salurkan Beras Sejahtera
A A A
KARAWANG - Ratusan kepala desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menolak menyalurkan beras sejahtera (rastra) dari pemerintah. Alasan penolakan karena warga yang mendapat KPM (keluarga penerima manfaat) tidak sesuai dengan data yang dikantongi pemerintah desa.

Para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kabupaten Karawang menuding BPS (Badan Pusat Statistik) bekerja asal-asalan sehingga banyak warga miskin yang seharusnya mendapat rastra tidak tercatat.

Sekretaris Apdesi Kabupaten Karawang Alex Sukardi mengatakan, hampir semua kepala desa dari 309 desa se-Kabupaten Karawang menolak penyaluran rastra. Para kepala desa khawatir jika rastra disalurkan ke desanya akan menimbulkan kecemburuan di masyarakat yang akhirnya berpotensi terjadi konflik.

"Kami kepala desa bakal diprotes warga lainnya yang tidak dapat beras rastra. Data yang kami punya sama dengan penerima raskin, tapi saat diumumkan malah jadi berkurang jauh penerima beras rastra. Ini berbahaya buat kami jika beras tersebut disalurkan ke desa," kata Alex, Senin (29/1/2018).

Menurut Alex, permasalahan muncul karena data yang diumumkan oleh pemerintah melalui BPS bebeda jauh dengan data di pemerintahan desa. Apdesi sudah beberapa kali mencoba menemui pejabat BPS namun tidak pernah berhasil. "Pokoknya kalau masalah ini belum tuntas kami sepakat tetap menolak penyaluran beras rastra ke desa kami. Ini beras gratis, waktu penyaluran raskin saja kami dimusuhi banyak warga. Daripada bermasalah di desa lebih baik tidak usah ada program beras rastra," katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang Setyadarma mengatakan, rastra merupakan program dari pemerintah pusat bekerja sama dengan Bulog dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah melalui dinas sosial fungsinya hanya memonitor penyaluran beras rastra tersebut. Kebijakan siapa yang berhak untuk mendapatkan beras rastra diserahkan oleh BPS dan juga Bulog.

"Pengurus Apdesi sudah datang ke saya dan sudah saya jelaskan tupoksi kita hanya monitoring saja. Mereka protes karena warga penerima malah berkurang banyak. Mereka juga menanyakan kenapa beras rastra cuma 10 kilo, sedangkan raskin 15 kilo. Semua sudah saya jelaskan," kata Setyadarma.

Menurut Setyadarma, berdasarkan catatan dinas sosial memang ada kepala desa yang menolak untuk menyalurkan beras rastra. Namun, jumlahnya tidak mencapai ratusan.

Jumlah kepala desa yang menolak menyalurkan rastra mencapai 19 desa di dua kecamatan yaitu Kecamatan Kutawaluya sebanyak sembilan desa dan Kecamatan Tempuran sebayak 10 desa. "Itu data yang baru masuk ke kami, namun jumlah pastinya ada berapa desa yang menolak kami belum tahu. Masalah ini juga akan kami laporkan ke pemerintah pusat untuk mencari solusinya seperti apa," katanya.
(zik)
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
1 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
1 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
2 jam yang lalu
Bea Cukai Priok Musnahkan...
Bea Cukai Priok Musnahkan BDN dan BTD, Selesaikan Masalah Kontainer Longstay
2 jam yang lalu
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
3 jam yang lalu
Jarak ke RS Capai 200...
Jarak ke RS Capai 200 Km, Legislator Perindo Fendi Yulianto Sumbang Ambulans untuk Warga Pesisir Selatan
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved