Pakar ITB Sebut Struktur Gedung BEI Alami Kegagalan

Kamis, 18 Januari 2018 - 03:27 WIB
Pakar ITB Sebut Struktur...
Pakar ITB Sebut Struktur Gedung BEI Alami Kegagalan
A A A
BANDUNG - Pakar ilmu struktur bangunan dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) Herlien Dwiarti Soemari mengatakan, ambruknya selasar lantai dua Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di SCBD Sudirman, Jakarta, terjadi akibat kegagalan struktur. Secara struktur dipastikan ada yang salah.

Kesalahan itu bisa terjadi, pertama saat perencanaan, dihitung, dianalisis, dan digambar. Kedua, saat tahap kontruksi, waktu gedung dibangun terjadi kesalahan. Yang dibangun berbeda dari gambarnya. Biasanya ada manajemen yang mengawasi, sesuai atau tidak dengan gambar.

Penyebab ketiga, kegagalan struktur terjadi akibat kurangnya perawatan. Padahal, fungsi perawatan ini dilakukan agar bangunan bertahan lama dan sesuai seperti yang direncanakan. Untuk mengetahui kesalahannya di mana, analisis forensik harus dilakukan dengan melakukan penyelidikan menyeluruh dari tiga tahapan tersebut.

"Kalau diliat dari beban saat kejadian, saya liat jumlah orangnya si enggak terlalu banyak. Tidak berlebih bebannya. Seharusnya beban juga diperhitungkan saat desain, harus dihitung sesuai fungsi gedung. Apalagi, ini gedung publik. Selasar kan menumpang struktur utama. Harusnya dihitung dengan baik,” kata Herlien kepada KORAN SINDO, Rabu 17 Januari 2018 malam.

Selain itu, kesalahan bisa terjadi, pertama kontraktor tahu ada kesalahan tapi tidak peduli. Jadi ada ketidakpedulian (ignorance) dan sikap menggampangkan. Padahal saat perencaaan, ada aturan yang wajib dipatuhi, struktur bangunan harus seusai dengan model yang direncanakan.

Kemudian, kesalahan juga bisa terjadi karena ketidaktahuan dari kontraktor yang membangun gedung tersebut. Artinya, kualifikasi si perencana atau kontraktor tidak sampai. Ketiga, speknya tidak sesuai perencanaan, baik dimensi struktur maupun bahan. Bisa saja seperti itu.

"Karena itu, harus dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab. Itu harus dicari benar, di mana salahnya, supaya kecelakaan seperti ini, tidak terulang. Kalau dibiarkan saja, berapa banyak orang yang akan jadi korban," ujar Ketua Kelompok Keahlian Rekayasa Struktur (KKRS) ini.

Disinggung tentang dugaan penunjukkan kontraktor yang kapabilitasnya kurang memadai tetapi memenangkan tender pembangunan gedung BEI karena ada "main mata" sehingga menyebabkan selasar BEI runtuh, Herlien mengemukakan, seharusnya semua pihak mematuhi aturan. Ada aturan untuk membangun gedung dengan tinggi dan jumlah lantai sekian, kontraktor yang melaksanakan pembangunan harus seusai kualifikasi.

"Kan ada aturannya. Kontraktor itu ada level I, II, dan III. Tapi enggak tahu kalau ada hal-hal seperti disebutkan itu (main mata)," tutur Herlien.

Menurut Herlien, di Jakarta ada Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) yang mengawasi gedung-gedung tinggi di Jakarta. TABG yang memberikan pertimbangan keahlian kepada pembuat keputusan di pemerintahan untuk mengizinkan atau tidak sebuah gedung dibangun.

"Seharusnya ada audit. Karena ini menyangkut keamanan gedung. Gedung-gedung di Jakarta makin lama, makin tinggi. Sebelum dibangun, semua harus diperiksa. Audit menyeluruh, termasuk prosedur perawatan, karena menyangkut keselamatan orang banyak. Kalau ruko, kan korban tak terlalu banyak. Kalau gedung, misalnya seratus lantai, pasti banyak korban," ungkap Herlien.
(mhd)
Berita Terkait
Video Horor, Balkon...
Video Horor, Balkon Penuh dengan Orang Ambruk di Malibu
Gedung di China Tengah...
Gedung di China Tengah Runtuh, Puluhan Orang Terperangkap
Gedung di Yordania Runtuh,...
Gedung di Yordania Runtuh, 5 Tewas dan 14 Terluka
Gedung Runtuh di Yaman...
Gedung Runtuh di Yaman Tewaskan 3 Orang, Puluhan Terjebak
Keajaiban di Yordania,...
Keajaiban di Yordania, Bayi 4 Bulan Diselamatkan Hidup-hidup dari Gedung Runtuh
Bangunan Apartemen di...
Bangunan Apartemen di Nigeria Ambruk, 10 Orang Tewas
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
5 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
6 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
9 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Sebut Negosiasi...
Donald Trump Sebut Negosiasi Nuklir Iran Berjalan Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved