Pemkot Salatiga Minta Bulog Segera Lakukan OP Beras
Rabu, 17 Januari 2018 - 12:59 WIB
Pemkot Salatiga Minta Bulog Segera Lakukan OP Beras
A
A
A
SALATIGA - Pemkot Salatiga mengajukan permintaan operasi pasar (OP) beras kepada Perum Bulog Subdivre Semarang, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menekan kenaikkan harga beras di Salatiga dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin menyatakan, pengajuan permintaan OP beras ini didasarkan pada menipisnya stok beras dan tingginya harga komoditas pangan tersebut di pasaran.
"Surat permohonan pengajuan OP beras ke Bulog sudah kami layangkan. Kami berharap, dalam waktu dekat OP bisa dilaksanakan agar gejolak kenaikkan harga beras bisa mereda," katanya, Rabu (17/1/2018).
Dia menjelaskan, sesuai rencana, operasi pasar akan dilaksanakan di empat wilayah kecamatan yang ada di Salatiga secara bergiliran. Tiap kecamatan mendapat alokasi sebanyak lima ton dan beras akan dikemas dalam kemasan 5 kg agar terjangkau oleh masyarakat.
"Jadi dalam pengajuan operasi pasar, kami meminta Perum Bulog Subdivre Semarang untuk mengalokasikan beras sebanyak 20 ton," ujarnya.
Muthoin berharap, operasi pasar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dapat meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menekan kenaikkan harga beras di pasaran. "Semoga setelah OP beras dilaksanakan, harga beras bisa berangsur turun," tandasnya.
Sementara itu, harga beras kualitas premium di Salatiga hingga saat ini masih berkisar antara Rp13.000 hingga Rp14.000 per kg. Sedangkan harga beras kualitas medium berkisar antara Rp9.500 hingga Rp11.000 per kg.
"Harga beras masih tinggi. Tadi saya beli beras jenis GH harganya masih Rp13.600 per kg. Saya beraharap harga beras bisa segera turun dan stabil agar masyarakat tidak kebingungan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari," tutur Diah (37), warga Blotongan, Sidorejo.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin menyatakan, pengajuan permintaan OP beras ini didasarkan pada menipisnya stok beras dan tingginya harga komoditas pangan tersebut di pasaran.
"Surat permohonan pengajuan OP beras ke Bulog sudah kami layangkan. Kami berharap, dalam waktu dekat OP bisa dilaksanakan agar gejolak kenaikkan harga beras bisa mereda," katanya, Rabu (17/1/2018).
Dia menjelaskan, sesuai rencana, operasi pasar akan dilaksanakan di empat wilayah kecamatan yang ada di Salatiga secara bergiliran. Tiap kecamatan mendapat alokasi sebanyak lima ton dan beras akan dikemas dalam kemasan 5 kg agar terjangkau oleh masyarakat.
"Jadi dalam pengajuan operasi pasar, kami meminta Perum Bulog Subdivre Semarang untuk mengalokasikan beras sebanyak 20 ton," ujarnya.
Muthoin berharap, operasi pasar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dapat meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menekan kenaikkan harga beras di pasaran. "Semoga setelah OP beras dilaksanakan, harga beras bisa berangsur turun," tandasnya.
Sementara itu, harga beras kualitas premium di Salatiga hingga saat ini masih berkisar antara Rp13.000 hingga Rp14.000 per kg. Sedangkan harga beras kualitas medium berkisar antara Rp9.500 hingga Rp11.000 per kg.
"Harga beras masih tinggi. Tadi saya beli beras jenis GH harganya masih Rp13.600 per kg. Saya beraharap harga beras bisa segera turun dan stabil agar masyarakat tidak kebingungan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari," tutur Diah (37), warga Blotongan, Sidorejo.
(nag)