Balas Dendam, Puluhan Pelajar Serang SMK Yafis Bogor
Jum'at, 12 Januari 2018 - 19:15 WIB
Balas Dendam, Puluhan Pelajar Serang SMK Yafis Bogor
A
A
A
BOGOR - Puluhan pelajar menyerang dan merusak gedung SMK Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, Kota Bogor. Informasi dihimpun menyebutkan, aksi penyerangan yang diduga dilakukan pelajar SMK Karya Nugraha dan SMK PGRI 2 Kota Bogor itu terjadi pada Kamis (11/1/2018) sekitar pukul 14.30 WIB saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Kepala SMK Yapis Rohmah Komawati saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyerangan sekelompok pelajar ke sekolah yang dipimpinnya itu. (Baca: Tawuran di Hari Pertama Masuk Sekolah, Pelajar di Bogor Tewas)
"Saat itu masih berlangsung proses belajar mengajar, tiba-tiba terdengar suara gaduh seperti benda pecah. Ada yang melempari kaca dan genting serta mading pakai batu. Kemudian ada juga yang memukuli dan menendang pot bunga sampai pecah," ungkap Rohmah, Jumat (12/1/2018).
Saat itu juga ia langsung menghubungi Satgas Pelajar dan Polresta Bogor Kota. Meski sempat memancing emosi sejumlah tenaga pengajar dan siswa, namun aksi tawuran dapat terhindarkan karena polisi tiba ke lokasi dengan cepat.
"Ketika polisi datang mereka membubarkan diri dan ada beberapa diantara mereka yang tertangkap tak jauh dari sekolahan kami," ujarnya.
Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muis Effendi mengatakan, pihaknya sudah memproses para pelaku yang ditangkap dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan.
"Ya benar, mereka datang bergerombol menyerang dan melakukan aksi pengerusakan terhadap sejumlah fasilitas SMK Yapis,” ujarnya. (Baca: Buru Pembunuh Yudi Saputra, Polisi Sweeping Pelajar di Bogor)
Kapolsek menyebutkan, pelaku pengerusakan datang secara membabi buta menghancurkan kaca papan pengumuman, jendela perpustakaan, dan beberapa pot tanaman di area sekolah.
Motif aksi penyerangan ini diduga sebagai aksi balas dendam atas meninggalnya kawan mereka bernama Yudi Saputra (17), siswa SMK PGRI 2 Kota Bogor di Citereup, Kabupaten Bogor, Senin, 2 Januari 2018 lalu.
Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku Fahdi Hilman (17) dan Muhamad Rezki (16), siswa kelas XII SMK PGRI 2 Bogor Utara. Keduanya mengaku pengerusakan yang mereka lakukan di SMK Yapis merupakan bagian dari aksi solidaritas.
"Pengakuan mereka balas dendam terhadap rekannya yang meninggal dunia oleh pelajar SMK Yapis. Namun demikian kita masih mendalami dan memburu pelaku lainnya," kata Kapolsek.
Kepala SMK Yapis Rohmah Komawati saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyerangan sekelompok pelajar ke sekolah yang dipimpinnya itu. (Baca: Tawuran di Hari Pertama Masuk Sekolah, Pelajar di Bogor Tewas)
"Saat itu masih berlangsung proses belajar mengajar, tiba-tiba terdengar suara gaduh seperti benda pecah. Ada yang melempari kaca dan genting serta mading pakai batu. Kemudian ada juga yang memukuli dan menendang pot bunga sampai pecah," ungkap Rohmah, Jumat (12/1/2018).
Saat itu juga ia langsung menghubungi Satgas Pelajar dan Polresta Bogor Kota. Meski sempat memancing emosi sejumlah tenaga pengajar dan siswa, namun aksi tawuran dapat terhindarkan karena polisi tiba ke lokasi dengan cepat.
"Ketika polisi datang mereka membubarkan diri dan ada beberapa diantara mereka yang tertangkap tak jauh dari sekolahan kami," ujarnya.
Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muis Effendi mengatakan, pihaknya sudah memproses para pelaku yang ditangkap dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan.
"Ya benar, mereka datang bergerombol menyerang dan melakukan aksi pengerusakan terhadap sejumlah fasilitas SMK Yapis,” ujarnya. (Baca: Buru Pembunuh Yudi Saputra, Polisi Sweeping Pelajar di Bogor)
Kapolsek menyebutkan, pelaku pengerusakan datang secara membabi buta menghancurkan kaca papan pengumuman, jendela perpustakaan, dan beberapa pot tanaman di area sekolah.
Motif aksi penyerangan ini diduga sebagai aksi balas dendam atas meninggalnya kawan mereka bernama Yudi Saputra (17), siswa SMK PGRI 2 Kota Bogor di Citereup, Kabupaten Bogor, Senin, 2 Januari 2018 lalu.
Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku Fahdi Hilman (17) dan Muhamad Rezki (16), siswa kelas XII SMK PGRI 2 Bogor Utara. Keduanya mengaku pengerusakan yang mereka lakukan di SMK Yapis merupakan bagian dari aksi solidaritas.
"Pengakuan mereka balas dendam terhadap rekannya yang meninggal dunia oleh pelajar SMK Yapis. Namun demikian kita masih mendalami dan memburu pelaku lainnya," kata Kapolsek.
(thm)