Didemo, Proyek Pembangunan Ruas Tol di Pamulang Tetap Berlanjut

Kamis, 11 Januari 2018 - 02:55 WIB
Didemo, Proyek Pembangunan...
Didemo, Proyek Pembangunan Ruas Tol di Pamulang Tetap Berlanjut
A A A
TANGERANG - Meski Aktivis lingkungan hidup menggelar unjuk rasa menuntut pembangunan ruas tol Serpong-Cinere di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), dihentikan sementara, namun hingga saat ini pengerjaan proyek yang bersinggungan langsung dengan kawasan Setu Sasak Tinggi itu terus berlanjut.

Dari pantauan di lokasi pada Rabu (10/1/2018) sore, terlihat beberapa crane, truk dan aktifitas para pekerja proyek tetap bekerja seperti biasa. Baik spanduk maupun atribut penolakan yang sempat dipasang oleh para aktivis lingkungan pun telah raib.

Para aktivis yang tergabung dalam Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda (Ganespa) Kota Tangsel menilai, poyek pengerukan tiang pancang ruas tol Serpong-Cinere telah merusak garis sempadan Setu. Hal itu dipastikan, dapat menyebabkan penyempitan area Setu, hingga dampak parahnya adalah volume Setu untuk menampung debit air akan berkurang drastis.

"Ganespa menganggap ada sebuah kesalahan prosedur, ada sebuah pelanggaran yang dilabrak oleh pemerintah pusat dan daerah. Pada dasarnya, ini adalah garis sepadan Setu yang tidak boleh diusik atau diganggu, apalagi sampai dirusak, ada titik yang dirubah," terang Hafiz Fidon, Dewan pertimbangan Organisasi Ganespa di lokasi.

Proyek pembangunan ruas tol itu berada persis di sisi Setu Sasak Tinggi, bahkan hanya berjarak sekira 2 hingga 3 meter saja. Sejumlah titiknya, tengah menjalani penggalian Bore Pile, hingga kedalaman tertentu.

Kepala Pelaksana Proyek dari Waskita, Nanan Sudirman menjelaskan, panjang pembangunan ruas tol yang berada di sekitar Setu Sasak Tinggi mencapai sekira 250 meter. Sedangkan pembangunan yang berada persis di sisi Setu, lebarnya mencapai 2 meter, dengan panjang sekira 50 meter.

"Memang ada yang kena Bore Pile disitu, untuk dudukan jembatannya. Tapi nanti tanah (area) itu dikembaliin, kemungkinan akan lebih lebar, ditarik ke sini. Nggak ada penyempitan, itu hanya untuk dudukan saja, paling yang kena sekitar 2 meteran saja. Kita akan jalan terus, kecuali dari Owner kita suruh berhenti ya kita berhenti," ujar Nanan.
(pur)
Berita Terkait
MSI: Mayoritas Warga...
MSI: Mayoritas Warga Tangsel Nyatakan Tangsel Lebih Maju Dibanding Daerah Lain di Indonesia
Bertamasya di Pelataran...
Bertamasya di Pelataran Balaikota Tangerang Selatan
Apa Perbedaan Tangerang...
Apa Perbedaan Tangerang dan Tangerang Selatan? Berikut Penjelasannya
Kebocoran Gas 12 Kg...
Kebocoran Gas 12 Kg Hancurkan 20 Rumah di Tangsel
Tangerang Selatan Perpanjang...
Tangerang Selatan Perpanjang Kembali PSBB
Kadang Suka Lupa, Apakah...
Kadang Suka Lupa, Apakah Tangerang Masuk Wilayah Jaksel? Begini Penjelasannya
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
57 menit yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
2 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
3 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
3 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
3 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Contraflow Arus...
Jadwal Contraflow Arus Mudik dan Balik Lebaran di Tol Jakarta-Cikampek
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved