Alhamdulillah, Tahun Ini Tunjangan Guru di Jabar Naik 100%

Kamis, 04 Januari 2018 - 16:55 WIB
Alhamdulillah, Tahun...
Alhamdulillah, Tahun Ini Tunjangan Guru di Jabar Naik 100%
A A A
BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini menaikkan besaran tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) hingga 100%. Kenaikan tersebut diimbangi alokasi anggaran pendidikan yang mencapai Rp1,9 triliun.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku, TPP bagi guru yang awalnya Rp600.000, dinaikkan menjadi Rp1,2 juta. Begitu pun untuk kepala sekolah menjadi Rp4 juta, dan tenaga pengawas menjadi Rp4,5 juta. "Rata-rata kenaikannya 100%," kata Ahmad Heryawan di Bandung, Kamis (4/1/2017).

Menurut dia, kenaikan TPP merupakan keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan guru. Dengan kenaikan tersebut, diharapkan tenaga pendidik konsentrasi melakukan tugasnya tanpa memikirkan persoalan lainnya.

"Kami ingin selalu memperbaiki kualitas pendidikan di Jawa Barat, agar dampaknya bisa lebih positif. Pelajar menguasai knowlande dan moral dengan kemampuan hard skill dan soft skill yang bagus," imbuh dia.

Diakui dia, sejak tahun lalu, Pemprov Jabar terus menaikkan anggaran bagi pendidikan. Terutama setelah alih kelola SMA/SMK diberikan kepada provinsi. Tahun lalu, anggaran pendidikan mencapai Rp1,7 triliun. Tahun ini diproyeksikan Rp1,9 triliun dari APBD Jabar.

"Kami lakukan evisiensi di pos lain dan dialihkan ke anggaran pendidikan. Alhamdulilah semua persoalan keadministrasian terselesaikan. Bahkan tunjangan TPP guru tahun ini kami naikkan lagi," sebutnya.

Sementara itu, Sekjen Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan Hermawan mengaku mengapresiasi kenaikan besaran TPP di Jawa Barat. Kenaikan tersebut dinilai cukup bagi tenaga pendidikan berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

"Kalau untuk PNS itu sudah cukup. Tetapi yang perlu dinaikkan adalah untuk tenaga guru non-PNS. Terutama guru honorer di SMA/SMK negeri yang selama ini hanya mendapat Rp85.000 per jam. Begitupun di sekolah swasta," beber Iwan.

Diakui dia, kesejahteraan guru honorer masih menyisakan sejumlah persoalan. Seperti tunjangan yang sangat minim dan tidak adanya sertifikasi bagi mereka. Padahal, bila mereka bisa mengikuti proses sertivikasi, bisa menaikkan penghasilan.

"Belum lagi persoalan dana hibah yang telat. Di Kota Bandung, sekitar 19.000 guru honorer belum mendapatkan dana hibah hingga akhir Desember 2017 lalu. Semestinya, dana tersebut keluar per tiga bulanan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
1 jam yang lalu
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
2 jam yang lalu
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
3 jam yang lalu
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
3 jam yang lalu
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
5 jam yang lalu
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved