Imigrasi Belakang Padang Batam Selama 2017 Keluarkan 13 Ribu Paspor
Rabu, 20 Desember 2017 - 17:57 WIB
Imigrasi Belakang Padang Batam Selama 2017 Keluarkan 13 Ribu Paspor
A
A
A
BATAM - Sepanjang tahun 2017, Kantor Imigrasi Klas II Belakang, Batam, sudah mengeluarkan sebanyak 13.517 paspor untuk warga Indonesia yang mengajukan permohonan paspor. Meski begitu, pihak imigrasi Belakang Padang juga melakukan penangguhan terhadap tiga Warga Negara Indonesia yang membuat Paspor di Belakang Padang.
Menurut Washono, Kepala Seksi Wasdakim Imigrasi Belakang Padang, penangguhan itu terkait adanya kecutigaan terhadap pemohon terkait penyalahgunaan paspor.
Selain pembuatan Paspor, Imigrasi Belakang Padang juga melakukan pengawasan terhadap orang asing. Mereka bekerja sama dengan intansi terkait yang ada di setiap kelurahan yang ada di Belakang Padang.
"Selama satu tahun ini kami banyak melakukan kegiatan bersama intansi terkait. Termasuk dengan intelijen juga. Karena wilayah kita ini berbatasa langsung dengan Negara lain," kata Washono, Rabu (20/12/2017).
Kegiatan bersama instansi terkait seperti melakukan patroli untuk mencari orang asing di enam kelurahan yang ada di kawasan Belakang Padang.
"Selama tahun 2017 setidaknya 14 kali kita melakukan kegiatan bersama. Termasuk melakukan patroli gabungan mencari orang asing," sebutnya.
Sementara untuk pembuatan paspor menurut Washono, Belakang Padang memberikan Kuota sebanyak 50 sampai 60 paspor sehari. Hal itu dikarenakan keterbatasan personel juga. "Selama satu tahun terakhir ini tidak ada kendala yang berarti. Termasuk kerja sama dengan intansi terkait," tandasnya.
Menurut Washono, Kepala Seksi Wasdakim Imigrasi Belakang Padang, penangguhan itu terkait adanya kecutigaan terhadap pemohon terkait penyalahgunaan paspor.
Selain pembuatan Paspor, Imigrasi Belakang Padang juga melakukan pengawasan terhadap orang asing. Mereka bekerja sama dengan intansi terkait yang ada di setiap kelurahan yang ada di Belakang Padang.
"Selama satu tahun ini kami banyak melakukan kegiatan bersama intansi terkait. Termasuk dengan intelijen juga. Karena wilayah kita ini berbatasa langsung dengan Negara lain," kata Washono, Rabu (20/12/2017).
Kegiatan bersama instansi terkait seperti melakukan patroli untuk mencari orang asing di enam kelurahan yang ada di kawasan Belakang Padang.
"Selama tahun 2017 setidaknya 14 kali kita melakukan kegiatan bersama. Termasuk melakukan patroli gabungan mencari orang asing," sebutnya.
Sementara untuk pembuatan paspor menurut Washono, Belakang Padang memberikan Kuota sebanyak 50 sampai 60 paspor sehari. Hal itu dikarenakan keterbatasan personel juga. "Selama satu tahun terakhir ini tidak ada kendala yang berarti. Termasuk kerja sama dengan intansi terkait," tandasnya.
(sms)