Ribuan Menara BTS Ditengarai Tak Bayar Sewa Lahan ke Pemprov DKI

Rabu, 20 Desember 2017 - 16:34 WIB
Ribuan Menara BTS Ditengarai...
Ribuan Menara BTS Ditengarai Tak Bayar Sewa Lahan ke Pemprov DKI
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta diperkirakan merugi miliran rupiah karena sejumlah perusahaan swasta penyedia jasa internet dan selular ditengarai tak membayar sewa lahan menara BTS meski berada di lahan DKI.

Kabid Pemanfaatan Aset BPAD DKI Jakarta, Wendri mengatakan sedikitnya ada 1.129 menara provider milik swasta yang tersebar di lima wilayah DKI. Jumlah itu sangat sedikit, sebab dirinya memperkirakan ada sekitar 5.000 tower yang diperkirakan belum membayar.

"Itu baru sementara, diperkirakan lebih. Bisa 5.000 tower," jelas Wendri kepada wartawan, Rabu (20/12/2017).

Mencuatnya angka miliaran rupiah dihitung berdasarkan angka sewa lahan pertahun, mulai dari Rp35 juta hingga ratusan juta, itu untuk satu menara saja. Bila dihitung dari nilai terendah, maka DKI merugi Rp39 miliar per tahun. (Baca: Angin Kencang, Tower BTS di Cipayung Roboh )

Terlebih selama ini, banyak pemilik tower yang lebih dari setahun tidak membayar sewa. “Ada pula yang sewa sudah di atas lima tahun, " terangnya.

BPAD sendiri konsen terhadap hal itu, selain tengah merampungkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI. Pihaknya juga tengah menginventarisi kerugian DKI.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tramtibum) Satpol PP DKI Jakarta, Jan H Osland mengatakan, terungkapnya praktik ilegal sewa lahan perusahaan menara seluler, ketika pihaknya dipanggil KPK untuk menanyakan persoalan tersebut.

Terkait itu, Satpol PP langsung bersurat ke BPAD. Imbasnya satu tower di Jakarta Pusat langsung disegel. (Baca juga: Pengamat Sebut Pengawasan Tower Telekomunikasi di Jakarta Lemah )

Terpisah, Kepala BPAD DKI Jakarta, Achmad Firdaus mengakui rata-rata provider telah mengantongi izin dari DPMPTSP. Sementara terkait tower yang berdiri di lahan Pemprov DKI , dirinya menegaskan telah memiliki perjanjian kerja sama (PKS) dengan BPAD Pemprov DKI sejak lama.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik meminta agar Pemprov DKI segera mempolisikan pemilik tower. Sebab, pendapatan asli daerah (PAD) kian alami kebocoran dari maraknya menara BTS tersebut.

Selain itu ia mendesak agar BPAD segera melakukan penghitungan rinci mengenai jumlah BTS yang tak lakukan pembayaran ke DKI. Sementara Satpol PP melakukan perobohan BTS yang mengacuhkan pembayaran sewa.

Bahkan, ia cukup menyayangkan jajaran penegak perda itu baru menindak satu BTS dari jumlah ribuan menara. “Gergaji saja towernya," ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
1 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
4 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
5 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
5 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
6 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved