Pelihara Buaya Muara, Juragan Ternak di Pamulang Jalani Persidangan

Jum'at, 15 Desember 2017 - 11:26 WIB
Pelihara Buaya Muara,...
Pelihara Buaya Muara, Juragan Ternak di Pamulang Jalani Persidangan
A A A
BOGOR - Willianto Sudjiman (52), terdakwa yang diduga memelihara satwa dilindungi memasuki sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi dari Polisi Kehutanan dari Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bogor Aman Sujiaman.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ben Ronald, Hakim Anggota Satu Tira Tirtona, dan Hakim Anggota Dua RA Riskiyati dilaksanakan di Ruang Sidang Prof Asikin Pengadilan Negeri (PN) Bogor.

Tanpa di dampingi kuasa hukum, terdakwa duduk mendengarkan keterangan saksi. Di kursi pesakitan, saksi diberikan pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudi terkait dugaan pidana yang dilakukan terdakwa.

Saksi mengaku, hadir sebagai saksi saat Tim Bareskrim Mabes Polri mengundangnya untuk mengevakuasi hewan yang dilindungi menurut Undang-undang.

“Ada 1 ekor buaya muara yang dilindungi, 2 ekor bonturong, 2 ekor jalak bali, dan 1 ular sanca bodo yang dilindungi," kata Aman, dimuka sidang.

Dilanjutkan dia, dalam Pasal 21 ayat (2) UU. RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, hal itu itu dilarang.

Aman mengatakan, pemeliharaan hewan tersebut bisa dilakukan. Namun harus berupa penangkaran, dan berdasarkan izin yang direkomendasikan oleh KSDA.

Selain itu, perlu ada izin lingkungan setempat, lokasi penangkaran yang sudah disiapkan, dan bukti tertulis asal-usul indukan. Namun terdakwa belum memiliki itu semua. (Baca: Juragan Ternak Ayam Ditangkap karena Pelihara Buaya )

“Saat ini barang bukti diamankan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga Sukabumi dan dalam keadaan hidup,” ujarnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, terdakwa dipersilahkan duduk di kursi pesakitan. Terdakwa menyampaikan keberatan atas ular sanca bodo.

Namun, hakim meminta keterangan itu disampaikan di sidang berikutnya dengan agenda pemeriksaan saksi peringanan.

“Sidang cukup dan akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan saksi lain pada Selasa 19 Desember 2017,” tutupnya.

Sebelumnya, pada 9 Oktober 2017 silam, Wilianto alias Ata dibekuk polisi disebuah lahan kosong yang dijadikan tempat aktivitas memelihara satwa dilindungi.

Lokasinya berada di belakang tempat usaha pemotongan ayam miliknya, di Jalan Pendidikan, RT 01/01, Rawa Kalong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Wilianto dibekuk setelah polisi menerima laporan dari warga yang resah, karena terdakwa pelihara banyak reptil dan hewan melata berbahaya di belakang ternaknya.
(ysw)
Berita Terkait
5 Hewan Paling Malas...
5 Hewan Paling Malas di Dunia, Nomor Terakhir Tidur 22 Jam Sehari
Jadi Sorotan Dunia,...
Jadi Sorotan Dunia, Rosa Lahirkan Bayi Badak Sumatera Langka di Way Kambas
Ciptakan Spesies Hewan...
Ciptakan Spesies Hewan Baru, Ilmuwan Kawinkan Anjing dengan Rubah
5 Hewan Buas yang Terdapat...
5 Hewan Buas yang Terdapat di Pulau Kalimantan, Nomor Terakhir Punya Bentuk dan Bulu Eksotis
Apakah Harimau Hewan...
Apakah Harimau Hewan Terkuat? Ini Penjelasannya
Bagaimana Hewan Tahu...
Bagaimana Hewan Tahu Kapan Gilirannya Berkomunikasi?, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
1 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
2 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
3 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
3 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
3 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved