Menjaring Dolar dari Ikan

Senin, 11 Desember 2017 - 08:30 WIB
Menjaring Dolar dari...
Menjaring Dolar dari Ikan
A A A
DI SELA sidang Tanwir Muhammadiyah, akhir Februari lalu, Gubernur Maluku Said Assagaf menumpahkan unek-uneknya. Bukan soal agama, tetapi terkait potensi perikanan yang tak berbanding lurus dengan kesejahteraan nelayan. Padahal, dari luas wilayah Maluku 712.479 kilometer persegi dan 92,4% merupakan hamparan biru laut. Nelayan dan masyarakat pesisir masih banyak yang hidup miskin. "Jauh dari hidup layak," katanya.

Said tidak berlebihan. Soalnya, 35% produksi ikan nasional berasal dari Maluku. Dari 9 juta ton produksi ikan nasional pada tahun lalu, Maluku menyumbang lebih dari 3 juta ton. Provinsi ini punya tiga wilayah pengelolaan perikanan (WPP), yakni 714 untuk Laut Banda 715 di Laut Seram dan 718 di Laut Arafura.

Perairan Maluku merupakan jalur ikan dengan nilai ekonomi tinggi, seperti tuna. Ikan gemar bermukim di perairan Maluku karena wilayahnya sangat subur. Ini disebabkan arus aliran air yang silih berganti dari Samudra Pasifik dan Hindia. Selain itu, ada proses pengadukan (up welling) massa air pada musim Timur yang terjadi sekitar Agustus. Tiga WPP di perairan Maluku telah ditetapkan sebagai kawasan penghasil ikan utama Indonesia. "Pengelolaannya terintegrasi dalam kerangka sistem logistik ikan nasional (SLIN)," ucapnya.

Melihat potensi yang besar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja mengatakan bahwa SKPT akan selesai dibangun pada akhir tahun ini. KKP merevitalisasi Pelabuhan Ukurlaran.

Sama dengan SKPT lain, SKPT Saumlaki akan dilengkapi dengan gedung pengelolaan bersama, tempat pelelangan ikan, cold storage, air bersih, pusat perbaikan jaring, bengkel mesin kapal, pabrik es, dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan. "Fasilitas listrik pun sekarang sudah masuk," ujarnya.

Sudah sejauh mana SKPT yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 41/VI/2017 yang terbit Senin (11/12/2017).

Menjaring Dolar dari Ikan


(amm)
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Ekspor Meningkat, Neraca...
Ekspor Meningkat, Neraca Perdagangan Hasil Perikanan Naik 10,5 %
Menteri Edhy Lepas Ekspor...
Menteri Edhy Lepas Ekspor 53,5 Ton Rumput Laut Spinosium ke Vietnam
KKP Ajak Warga Kepulauan...
KKP Ajak Warga Kepulauan Seribu Budidaya Rumput Laut
Penjualan Ikan Tidak...
Penjualan Ikan Tidak Terpengaruh Pandemi Corona
KKP Dorong Harmonisasi...
KKP Dorong Harmonisasi Perikanan Berkelanjutan Regional Asia Tenggara
Berita Terkini
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
7 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved