Elpiji 3 Kg Sudah Dua Pekan Langka, Warga Bogor Mulai Frustasi

Kamis, 07 Desember 2017 - 17:31 WIB
Elpiji 3 Kg Sudah Dua...
Elpiji 3 Kg Sudah Dua Pekan Langka, Warga Bogor Mulai Frustasi
A A A
BOGOR - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) di wilayah Kota Bogor yang sudah berlangsung lebih dari dua pekan dikeluhkan masyarakat. Operasi pasar yang dijalankan sejak Senin hingga Kamis ini di beberapa kelurahan di Kota Bogor, malah dikeluhkan masyarakat, karena tidak merata.

Untuk mendapat isi ulang gas bersubsidi itu di kios maupun pengecer, masih sangat sulit. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi. Kondisi ini membuat warga mulai frustasi. Dian Rosdiana (26), warga Bantar Kemang, Bogor Timur, mengaku, dia beserta sejumlah ibu rumah tangga sudah mendatangi beberapa kios dan pengecer gas elpiji, namun hasilnya nihil alias stoknya kosong. "Terpaksa tidak memasak, jadi beli lauk matang saja," tutur Dian, Kamis (7/12/2017).

Hal senada diungkapkan Herlina (35), ibu rumah tangga asal Pamoyanan, Bogor Selatan. Dia mengaku sudah dua pekan terakhir mencari gas melon di sejumlah pengecer, namun tak kunjung didapat. "Di warung barusan ada baru datang, tapi harganya naik jadi Rp24 ribu dari Rp20 ribu sebelumnya," kata Herlina.

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) dan Pemkot Bogor sejatinya sudah empat hari terakhir melakukan operasi pasar sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg. Sayangnya operasi pasar tersebut hanya dilakukan di beberapa lokasi."Kelangkaan gas kan di seluruh Kota Bogor, masa operasi pasar cuma di beberapa titik saja. Harusnya setiap kelurahan dong," ucap Ridwan (45), warga Tajur, Bogor Selatan.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg ini. Karena selain menimbulkan keresahan, juga menjadi ajang untuk mengambil keuntungan sepihak dari pengecer. "Sadis emang. Orang sedang kesusahan malah dimanfaatin," ujar Rini (27), warga Pabaton, Bogor Tengah.
(thm)
Berita Terkait
Petani di Wajo Keluhkan...
Petani di Wajo Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
Dewan Minta Disdag Makassar...
Dewan Minta Disdag Makassar Antisipasi Kelangkaan Elpiji Bersubsidi
ASN Diminta Berhenti...
ASN Diminta Berhenti Gunakan Gas Bersubsidi
Pemerintah Diminta Bijak...
Pemerintah Diminta Bijak Sikapi Permintaan Tambahan Kuota Solar Subsidi
Miliki Kelemahan, Aturan...
Miliki Kelemahan, Aturan Kuota BBM Subsisi per SPBU Dinilai Perlu Direvisi
Pengamat: Saatnya Disparitas...
Pengamat: Saatnya Disparitas Harga Solar Subsidi dan Non-subsidi Dipersempit
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
3 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
6 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
7 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
7 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
8 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Infografis
3 Mineral Langka Ukraina...
3 Mineral Langka Ukraina Termahal Ingin Direbut Paksa AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved