Bantul Darurat Bencana, DPRD-Camat Ngelencer ke Palembang dan Makassar

Senin, 04 Desember 2017 - 17:36 WIB
Bantul Darurat Bencana,...
Bantul Darurat Bencana, DPRD-Camat Ngelencer ke Palembang dan Makassar
A A A
BANTUL - Di tengah bencana yang melanda Kabupaten Bantul, puluhan wakil rakyat di DPRD Bantul dan puluhan camat di kabupaten paling selatan di wilayah DIY ini justru ngelencer ke luar Jawa. Padahal hingga saat ini Bantul masih dalam status tanggap darurat bencana.

Plt Sekertaris DPRD Bantul, Helmi Jamharis menjelaskan, puluhan anggota DPRD Bantul selama empat hari mulai Senin (4/12/2017) hingga Kamis (7/12/2017) melakukan kunjungan kerja ke Palembang dan Makassar. “Dari 44 anggota Dewan, ada enam yang tidak berangkat,” terangnya, Senin (4/12/2017).

Mereka tergabung dalam pansus satu hingga empat. Pansus satu akan belajar tentang pengelolaan zakat, pansus dua tentang penyertaan modal, pansus tiga membahasa tetang pencemaraan limbah cair dan pansus 4empat tentang pelimpahan pendidikan dari kabupaten ke provinsi. “Pansus satu hingga tiga melakukan kunjungan ke Pemkot Palembang, sementara Pansus empat ke Pemkot Makassar,” tegas mantan Camat Dlingo, Bantul ini.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Assek I Pemkab Bantul ini, anggaran yang dikeluarkan oleh negara terkait kunjungan ini sekitar Rp500 juta. Angka itu sudah mencakup untuk biaya tiket 38 anggota dewan yang berangkat termasuk akomodasi dan uang sakunya.

Namun jumlah ini belum termasuk anggaran untuk 17 camat yang menyertai dan 16 staf sekwan yang juga mengikuti kunjungan. “Memang camat juga diajak sekaligus untuk belajar pengelolan zakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Helmi tak menampik jika sebenarnya agenda kunjungan kerja tersebut bisa ditunda atau diubah jadwalnya mengingat kondisi Bantul sedang terkena musibah. Meski begitu, lanjutnya, penundaan atau perubahan jadwal itu tidak bisa dilakukan Sekwan tanpa ada permintaan dari Dewan.

“Sekwan sifatnya hanya memfasilitasi. Kalau sudah diputuskan oleh rapat DPRD kita tidak bisa menolak,” terangnya. Perubahan jadwal kunjungan bisa saja dilakukan namun atas permintaan alat kelengkapan Dewan. ”Itu (perubahan jadwal) pernah terjadi,” terangnya.
(wib)
Berita Terkait
Intensitas Hujan Meningkat,...
Intensitas Hujan Meningkat, Ketua DPRD Gunungkidul: Kelurahan Harus Tanggap Bencana
Belum Putuskan Waktu...
Belum Putuskan Waktu Pembahasan Pilkada lewat DPRD, Dasco: Kita Fokus Penanganan Bencana
Ratas Penanganan Bencana,...
Ratas Penanganan Bencana, Presiden Minta Percepatan Evakuasi Korban
Penanganan Bencana Harus...
Penanganan Bencana Harus Dipercepat
Modus Janjikan Lolos...
Modus Janjikan Lolos CPNS, Oknum Anggota DPRD Bantul Jadi Tersangka Penipuan
BMKG Sebut DIY Rawan...
BMKG Sebut DIY Rawan Bencana, Bantul Layaknya Agar-agar saat Terjadi Gempa
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
20 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
1 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
10 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
10 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved