Tak Kunjung Dibangun, Investor Cable Car Keluhkan Birokrasi Perizinan

Sabtu, 02 Desember 2017 - 20:03 WIB
Tak Kunjung Dibangun,...
Tak Kunjung Dibangun, Investor Cable Car Keluhkan Birokrasi Perizinan
A A A
BANDUNG - Rencana poyek pembangunan infrastruktur transportasi massal, Cable Car di Kota Bandung kembali tertunda. Rumitnya proses birokrasi yang terjadi di Tanah Air menjadi salah satu kendala terhambatnya pembangunan.

Direktur Utama PT Aditya Dharmaputra Persada (ADP) Sandjaya Susilo menyayangkan rumitnya proses birokrasi yang terjadi dalam rencana pembangunan cable car di Kota Bandung. Padahal, kata dia, rencana pembangunan proyek transportasi massal ini sudah direncanakan sejak 2014, lalu.Namun, hingga akhir 2017 rencana pembangunan belum juga terlaksana.

Dia menyebutkan, selama tahapan rencana pembangunan Cable Car banyak persyaratan birokrasi yang tidak kunjung selesai. Hal tersebut membuat proyek percontohan transportasi massal Cable Car selalu tertunda.

"Yah, begitulah. Kadang-kadang persoalan perizinan di kita selalu berbelit-belit. Transportasi massal ini memang hal yang baru di Indonesia. Jadi, mereka minta yang baru, sementara standar dari mereka tidak ada. Nah, kalau terus minta yang baru, kapan selesainya," kata Sandjaya seusai pertemuan persiapan Groundbreaking Pembangunan Proyek Cable Car di Hotel Grandia, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Sabtu(2/12/2017).

Dia menyebutkan, selama persiapan pembangunan proyek Cable Car di Bandung, pihak investor telah berupaya melengkapi apa yang diminta pemerintah daerah. Dia mengaku, selama persiapan pembangunan pihak investor diminta sedikitnya lima persyaratan yang perlu dilengkapi di antaranya terkait laporan keuangan, legalitas, dan laporan pajak.

Tetapi, kata dia, dari lima persyaratan yang perlu dilengkapi ini kembali diminta diperbaharui seperti persoalan Study Demand passanger Cable Car dari Gelap Nyawang ke Cihampelas. "Sebenarnya kami pernah memiliki data soal study deman ini, tapi memang tidak spesifik. LAPI di bawah Pak Ofyar pernah melakukan Study Deman secara menyeluruh. Nah, kenapa tidak mengambil data yang ini saja. Persoalan ini yang menghambat pembangunan," ujarnya.

Sandjaya berharap, persoalan perizinan yang dinilai menjadi penghambat pembangunan proyek pembangunan cable car di Kota Bandung tidak diserahkan kepada pihak investor. Apalagi, upaya investor dalam menyiapkan segala persyaratan termasuk mendatangkan dana pembangunan sudah terpenuhi.

"Persoalan perizinan kewenangannya berada di pemerintah bukan lagi jadi tanggungjawab investor. Bayangkan kita sudah bertahun-tahun bekerja di bidang ini tapi jika soal izin tidak diberikan, ya mau bagaimana," ungkapnya.
(wib)
Berita Terkait
Infrastruktur Transportasi...
Infrastruktur Transportasi Konektivitas Perekonomian Daerah
Kemenhub: Jokowi Banyak...
Kemenhub: Jokowi Banyak Bangun Infrastruktur Transportasi
Target Pembangunan Infrastruktur...
Target Pembangunan Infrastruktur Transportasi 2024
Wapres Akui Pembangunan...
Wapres Akui Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia Belum Merata
Perkembangan Infrastruktur...
Perkembangan Infrastruktur Bekasi Dongkrak Nilai Investasi Properti
Perbaiki Transportasi,...
Perbaiki Transportasi, Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Dipercepat
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
4 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
4 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
5 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
5 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved