Imigrasi Bandara Soekarno Hatta Miliki Sistem Canggih Tangkal Penumpang Ilegal

Minggu, 26 November 2017 - 01:20 WIB
Imigrasi Bandara Soekarno...
Imigrasi Bandara Soekarno Hatta Miliki Sistem Canggih Tangkal Penumpang Ilegal
A A A
TANGERANG - Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, akan mewajibkan seluruh maskapai penerbangan untuk memasang elektronik manifest. Pemasangan aplikasi yang juga dikenal dengan e-manifest ini dimaksudkan untuk mencegah penumpang berbahaya atau ilegal, karena terlibat kejahatan penerbangan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soetta Enang Syamsi mengatakan, melalui teknologi e-manifest itu, pihaknya bisa melakukan monitoring terhadap seluruh penumpang maskapai. "Kami akan monitor seluruh penumpang yang menggunakan jasa penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta," katanya saat berbincang dengan Koran SINDO, di Hotel Bandara, Sabtu (25/11/2017).

Apabila sistem ini sudah terkoneksi dengan sistem cegah tangkal imigrasi, maka bisa diinfokan secara awal bahwa orang yang bersangkutan tidak diperkenankan masuk ke Bandara Soekarno Hatta. "Teknologi ini sudah dipakai di Amerika. Terbukti dengan kasus Panglima TNI yang ditunda keberangkatan penerbangannya, karena datanya sudah diketahui mereka dari maskapai Emirate," jelasnya.

Dengan e-manifest ini juga pihaknya bisa menanggulangi dan menekan banyaknya denda yang ditanggung pihak maskapai oleh BPK, yang angkanya telah mencapai Rp4 Miliar akibat tidak adanya kontrol. "Sedikitnya, baru ada empat maskapai yang menerapkan sistem e-manifest ini," jelasnya.

Wasdakim Kelas I Khusus Bandara Soetta Barron Ichsan menambahkan, pihaknya akan mengirimkan surat kepada masing-masing maskapai di Bandara Soekarno Hatta untuk menerapkan sistem tangkal itu. "Ke depan kami akan kirimkan surat ke masing-masing maskapai untuk mengirim e-manifest. Sebelum pesawat berangkat, kami harus diinfo secara elektronik. Yang penting kami sempat baca," katanya.

Dia menambahkan, pesan elektronik berisi data para penumpang itu wajib dikirim ke pihak imigrasi, sebelum pesawat berada di runway. Sehingga, jika terjadi kesalahan, maskapai tidak akan menangungnya.

"Dalam 1 bulan kami bisa menangkap hingga 30 orang, dari Pakistan, Banglades, Turki, dan lainnya. Mereka masuk dengan paspor palsu yang dibuat di Malaysia. Modusnya perdagangan orang," jelasnya.

Omzet pembuatan parpor palsu kualitas nomor 2 dari Malaysia itu bisa mencapai angka USD23.000, atau hampir sekira Rp300 juta. Jaringan parpor palsu ini biasa digunakan para sindikat dari Malaysia.
(wib)
Berita Terkait
4 Bandara Bakal Miliki...
4 Bandara Bakal Miliki Autogate di 2024, Susul Soetta dan Ngurah Rai
Imigrasi Bandara Soetta...
Imigrasi Bandara Soetta Tambah Autogate Pengenalan Wajah di Terminal 3
2 WN China Ditangkap...
2 WN China Ditangkap Gegara Unggah Konten Negatif Petugas Imigrasi di Bandara Soetta
Imigrasi Makassar Lakukan...
Imigrasi Makassar Lakukan Layanan Penerbangan Internasional
Imigrasi Belum Terima...
Imigrasi Belum Terima Permohonan Cegah ke Luar Negeri Nikita Mirzani
Autogate Bakal Dipasang...
Autogate Bakal Dipasang di Bandara Juanda, Ini Fungsinya
Berita Terkini
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
56 menit yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
1 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
11 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
11 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
12 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
12 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved