Banyak Sekolah Rusak, Bupati Bogor: Penanganan Bertahap

Kamis, 23 November 2017 - 02:26 WIB
Banyak Sekolah Rusak,...
Banyak Sekolah Rusak, Bupati Bogor: Penanganan Bertahap
A A A
BOGOR - Bupati Bogor Nurhayanti berjanji, akan lebih fokus dalam penanganan terkait permasalahan sarana pendidikan yang kondisinya masih memprihatinkan.

"Yang jelas, alhamdulillah kita langsung bergerak cepat, untuk sekolah rusak maupun yang ambruk ini sudah diprogramkan dalam penanganannya," kata Nurhayanti kepada SINDO, Rabu 22 November 2017.

Namun berdasarkan data diperoleh dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor ternyata jumlah ruang kelas Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang rusak parah maupun ringan dan berpotensi seperti SDN Cipinang, Rumpin maupun SDN Ciluar 02, jumlahnya cukup fantastis yakni 6.265 ruang.

Jumlah ruang kelas yang tersebut diperkirakan bisa menampung 188.349 murid. Ribuan ruang kelas yang rusak itu hampir tesebar di seluruh kecamatan, namun yang paling banyak berada di enam kecamatan yakni Parung Panjang (34%), Tenjolaya (34%), Jonggol (34%), Cariu (31%), Bojonggede (29%) dan
Rumpin (20%).

"Kita akan terus lakukan perbaikan secara bertahap. Tahun ini masih ada sekitar 800 ruang kelas yang ditargetkan harus segera diperbaiki," katanya. (Baca: Dalam Dua Bulan, Lima Sekolah Negeri Ambruk di Kabupaten Bogor )

Pihaknya enggan menjabarkan secara detail, alasan sulitnya menangani kerusakan fasilitas pendidikan di wilayahnya yang semakin parah dan berpotensi ambruk seperti kasus SDN Cipinang I Rumpin dan SDN Ciluar 02, Sukaraja, Kabupaten Bogor itu.

"Kita lakukan upaya perbaikan secara bertahap, jadi memang enggak mungkin bisa melakukan perbaikan sekaligus terhadap ruang kelas yang rusak tersebut. Intinya kita (perbaiki) bertahap dan berkesinambungan. Untuk teknis atau detailnya berapa jumlah yang sudah dan akan diperbaiki silakan ke Kepala Dinas Pendidikan saja," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tb Luthfie Syam menjelaskan, robohnya SDN Ciluar 02 lebih dikarenakan faktor usia bangunan.

"Terkait itu (ambruk nya SDN Ciluar 02) bangunan lama yang memang belum sempat direhab sehingga 2 ruang kelas itu roboh. Sedangkan SDN Cipinang 1 itu, bukan atap, tapi plafon. Saat ini keduanya ditangani segera lewat bantuan Corporate Sosial Responsibility (CSR) karena kalau tunggu APBD jadi lama," katanya saat dikonfirmasi.
(mhd)
Berita Terkait
Diterjang Angin Kencang,...
Diterjang Angin Kencang, 1 Rumah di Bogor Roboh
Bangunan SMK 1 Cileungsi...
Bangunan SMK 1 Cileungsi Bogor Ambruk, 31 Siswa Dievakuasi ke Rumah Sakit
Dua Tukang yang Tewas...
Dua Tukang yang Tewas di Rumah Tua di Benhil Murni Akibat Kecelakaan Kerja
Sepanjang 2021, 1.984...
Sepanjang 2021, 1.984 Bencana Landa Kabupaten dan Kota Bogor
Atap Bangunan di Kampus...
Atap Bangunan di Kampus Australia Ambruk, Satu Orang Tewas
Menara Pemantau di Bengkulu...
Menara Pemantau di Bengkulu Dirobohkan, Plt Kadis PUPR: Jika Direhab Habiskan Rp14 Miliar
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved