Jakarta Dikepung Macet, Waktu Tempuh dari Bekasi Capai 2,5 Jam

Rabu, 22 November 2017 - 11:07 WIB
Jakarta Dikepung Macet,...
Jakarta Dikepung Macet, Waktu Tempuh dari Bekasi Capai 2,5 Jam
A A A
JAKARTA - Bagi warga Jabodetabek, kemacetan seolah menjadi hal biasa terjadi dalam keseharian. Para kaum urban setiap hari harus berjibaku di tengah padatnya jalanan Ibu Kota untuk mengais rezeki.

Kemacetan Ibu Kota bertambah parah semenjak adanya proyek infrastruktur yang pembangunannya dilaksanakan secara bersamaan.
SINDOnews mencoba merangkum beberapa titik kemacetan yang biasanya dilalui oleh warga pinggiran Ibu Kota untuk dapat tiba di Jakarta.

Dengan mengendarai sepeda motor dan memulai perjalanan dari arah Bekasi Timur menuju ke Jakarta Pusat. Bagi warga Bekasi, khususnya pengendara sepeda motor ada tiga jalan protokol yang bisa ditempuh untuk bisa menuju Jakarta.

Jalur pertama yang diambil yakni Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur. Kemacetan terjadi sejak Giant Ujung Menteng, depan Coca Cola Bottling, Lulu Hypermarket sampai ke perempatan Jalan Pangeran Komaruddin. Kemacetan terjadi di titik ini akibat adanya salah satu proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota.

Akibatnya jalan menyempit hanya bisa dilalui dua bahkan satu jalur karena pengerjaan proyek dan alat berat berada di tengah jalur perbatasan. "Sekarang makin parah macetnya. Saya keluar Jalan Pulogebang mau ke arah Polsek Cakung makan waktu hampir 1 jam. Padahal biasanya paling lama banget itu setengah jam. Ini karena ada proyek sih. Semoga pembangunan cepat-cepat kelar deh biar enggak macet parah," kata Anwar (28) warga Pulogebang ketika bertemu SINDOnews, Rabu (22/11/2017).

Untuk bisa menempuh jarak sekira 1 kilometer, bagi pengendara sepeda motor dibutuhkan waktu hingga 20-30 menit. Kecepatan pun hanya 5-10 kilometer/jam.

Dari perempatan Jalan Pangeran Komaruddin hingga ke pertigaan Jalan Tol Lingkar Luar pun tidak berbeda jauh kondisinya. Hanya saja, kemacetan di titik ini lebih disebabkan volume kendaraan yang tinggi serta didominasi kendaraan besar seperti truk kontainer.

Di Jalan Velodrome, Pulogadung Jakarta Timur kemacetan terjadi akibat proyek.pembangunan penyangga LRT dari arah Kelapa Gading yang nampak menuju ke Jalan Pemuda, Rawamangun. Kendaraan dari arah Jalan Balap Sepeda setelah pertigaan Pulo Asem Utara atau tepatnya setelah Celcius Cafe, jalan pun ditutup dan dialihkan menjadi contraflow. Tak jarang akibat proyek ini kemacetan pun tak terhindarkan.

Selanut melalui jalur Jalan KH Noer Ali-Inspeksi Kalimalang hingga Jalan DI Panjaitan, kebon nanasa, Jakarta Timur. Kemacetan dititik ini terjadi di perempatan Cawang inspeksi. Setelah pengendara berhasil melintasi Jalan Inspeksi Kalimalang yang sebelumnya sempat mengalami macet parah karena ada proyek Becakayu, kini warga belum bisa bernapas lega.

Begitu hendak menyebrang ke arah Jalan D.I Panjaitan arah ke Jatinegara, pengendara harus melewati macet di perempatan Cawang. Penyebabnya lanjutan proyek Tol Becakayu yang belum selesai.

Tak sampai di situ, warga juga akan menghadapi titik macet parah di depan Hotel Ibis sebelum kantor Badan Narkotika Nasional (BNN). Proyek pembangunan LRT dirasa sebagai penyebabnya. Hal itu karena arus lalu lintas dari arah Halim menuju Jalan MT Haryono, dari Cililitan serta dari arah Kalimalang bertemu.

Kemacetan lain yang terjadi di Jakarta akibat proyek infrastruktur di antarannya di Jalan MT Haryono proyek pembangunan flyover Pancoran. Selain itu, masih ada pengerjaan underpass Matraman yang meskipun telah dilakukan rekayasa lalu lintas, namun dari arah Pasar Pramuka menuju ke Jalan Proklamasi tetap macet.

Ketiga jalur yang biasa dilalui warga Bekasi ialah melalui Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender hingga Jatinegara. Kemacetan di jalur ini biasanya terjadi di dekat Stasiun Buaran, akibat banyaknya angkot mengetem seenaknya.

Selanjutnya, kemacetan di depan Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Dititik ini kemacetan akibat pembangunan flyover Cipinang. Dari tiga jalur tersebut, SINDOnews membutuhkan waktu selama 2,5 jam dari Bekasi Timur menuju Jakarta menggunakan sepeda motor melalui jalur Cakung-Bekasi.
(whb)
Berita Terkait
Atasi Kemacetan Jakarta,...
Atasi Kemacetan Jakarta, Pemprov DKI Terapkan Teknologi AI
Atasi Kemacetan, Pemprov...
Atasi Kemacetan, Pemprov DKI Disarankan Kembali Terapkan WFH
Atasi Kemacetan, Pemprov...
Atasi Kemacetan, Pemprov DKI Godok Aturan Jalan Berbayar
Jurus Atasi Kemacetan,...
Jurus Atasi Kemacetan, Pemprov DKI Sambung 10 Jalan
Pemprov DKI Klaim Ganjil...
Pemprov DKI Klaim Ganjil Genap Berhasil Turunkan Kemacetan
Kebijakan Strategis...
Kebijakan Strategis Pemprov DKI Atasi Kemacetan Jakarta Harus Dievaluasi
Berita Terkini
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
19 menit yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
23 menit yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
54 menit yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
10 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
11 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved