Ratusan PSK di Kobar Terancam Dipulangkan ke Pulau Jawa

Senin, 20 November 2017 - 14:58 WIB
Ratusan PSK di Kobar...
Ratusan PSK di Kobar Terancam Dipulangkan ke Pulau Jawa
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Ratusan pekerja seks komersial (PSK) yang berkerja di sejumlah lokasi prostitusi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terancam dipulangkan ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Hal ini menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo pada 2019 di seluruh wilayah di Indonesia harus nihil penjaja seks.

"Ratusan PSK ini kami kumpulkan di Aula Kantor Satpol PP dan Damkar Kobar untuk diberikan sosialisasi dan penyuluhan jelang kebijakan Presiden dalam program zero prostitusi pada 2019," ujar Bupati Kobar Nurhidayah seusai memberikan pengarahan kepada ratusan PSK di Aula Kantor Satpol PP Kobar, Senin (20/11/2017).

Berdasarkan data, ada 250 PSK yang hadir dalan kegiatan tersebut. Mereka mayoritas penghuni lokalisasi Sungai Pakit di Kecamatan Pangkalan Banteng, Lokalisasi Dukuh Mola di Kecamatan Arut Selatan, dan Simpang Kodok Kecamatan Arut Selatan.

"Harapan kami sebelum 2019 mereka bisa kembali ke tempat asal dengan sendirinya. Dari 250 PSK itu hanya 21 orang yang punya KTP Kobar, sisanya mayoritas dari Jawa Tengah dan Jawa Barat."

Yang jelas, lanjut bupati perempuan pertama di Kalteng ini, pemerintah daerah tetap menjalankan tugasnya melalui Satpol PP dengan cara humanis. "Tidak asal kita tindak tegas dan pulangkan saja, namun kita lakukan pendekatan supaya mereka legowo untuk pulang kampung dan mencari pekerjaan yang halal."

Menurut salah seorang PSK yang sempat diajak bicara bupati, dia terjebak hingga menjadi penjaja seks bagi pria hidung belang. "Saya dulu ke sini (Kobar) awalnya diajak kerja jaga kafe saja, ternyata setelah di sini malah dijadikan PSK," kata PSK asal Pulau Jawa itu sambil terisak.

Seorang muncikari di Lokalisasi Sungai Pakit Pangkalan Banteng, Rd, mengatakan, dirinya mengaku siap jika harus memulangkan anak asuhnya tersebut ke Pulau Jawa, dengan catatan petugas Satpol PP tidak diskriminatif.

"Biasanya yang ditertibkan tidak semua, terkesan diskriminasi. Kalau semuanya dipulangkan saya siap saja, jangan sampai ada yang masih bertahan di lokalisasi," kata Rd.
(zik)
Berita Terkait
Distrik Lampu Merah...
Distrik Lampu Merah Amsterdam Hendak Direlokasi, Ada yang Mencak-mencak
Pertama di Dunia, Negara...
Pertama di Dunia, Negara Ini Beri Pekerja Seks Cuti Melahirkan dan Pensiun
Negara Ini Sangat Melindungi...
Negara Ini Sangat Melindungi Pekerja Seks Komersial, dari Pensiun hingga Cuti Hamil
Layanan Wanita dan Pria...
Layanan Wanita dan Pria Penghibur Ludes Terjual selama Forum Ekonomi Dunia di Davos
Gairah Olla, PSK Online...
Gairah Olla, PSK Online Bertato Bikin 10 Pria Klepek-klepek
Anggota DPR Finlandia...
Anggota DPR Finlandia Ini Blakblakan Pernah Jadi Pekerja Seks Komersial
Berita Terkini
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
10 menit yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
11 menit yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
45 menit yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
1 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved