Kampung Kumuh, Perlu Pendekatan Sosial Budaya

Minggu, 12 November 2017 - 20:38 WIB
Kampung Kumuh, Perlu...
Kampung Kumuh, Perlu Pendekatan Sosial Budaya
A A A
SIANG itu, puluhan warga sibuk memperbaiki jalan setapak yang membentang dari RW 01 dan RW 02, Kelurahan Tiga Enam Ilir, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Di kedua RW tersebut, hampir semua rumah berdesain rumah panggung. Rumah kayu atau rumah permanen yang berdiri di atas tiang-tiang yang tertanam di atas rawa-rawa.

Jalan yang menjorok ke tepi Sungai Musi sering rusak akibat terendam banjir, terutama ketika musim hujan tiba atau air ketika Sungai Musi sedang pasang. Itu sebabnya, warga dibantu pihak kelurahan dan Pemerintah Kota Palembang terlibat dalam perbaikan dan pengecoran jalan dengan lebar 1,5 meter tersebut.

"Dicor permanen agar tidak gampang rusak dan untuk antisipasi kalau tiba-tiba banjir," jelas Hanan, anggota kelompok swadaya masyarakat (KSM) kepada SINDO Weekly, Selasa (7/11/2017) pekan lalu. Jalan sepanjang 165 meter dan lebar 2,60 meter sudah selesai dibangun.

Masih di kelurahan yang sama, perbaikan jalan setapak dengan lebar hingga 2 meter juga dilakukan. Jalan dengan cor beton tersebut merupakan akses bagi 800 kepala keluarga (KK) yang tinggal di salah satu kawasan padat di Kota Pempek ini.

Kelurahan Tiga Enam Ilir merupakan salah satu dari puluhan kelurahan di Kota Palembang yang masuk dalam radar program penataan kembali, khususnya menyangkut permukiman kumuh, akses air minum, dan sanitasi yang layak. Albert Meidianto, anggota Satuan Kerja Program KOTAKU Palembang, menjelaskan, tahun ini ada 52 kelurahan yang ditata. “Setiap kelurahan mendapat dana Rp500 juta dengan kebutuhan yang berbeda-beda,” ungkapnya kepada SINDO Weekly.

Kota Tanpa Kumuh merupakan program yang digaungkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program ini menjadi bagian dari Gerakan 100-0-100 atau 100% terpenuhi kebutuhan air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% tersedianya sanitasi yang layak.

Sudah sejauh mana pencapaian program Kotaku hingga saat ini? Anda bisa membaca laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 37/VI/2017 yang terbit Senin (13/11/2017).

Kampung Kumuh, Perlu Pendekatan Sosial Budaya
(amm)
Berita Terkait
Kadin Bakal Gelar Rapimnas...
Kadin Bakal Gelar Rapimnas 2025, Evaluasi Kinerja Sekaligus Dorong Usulan ke Pemerintah
Program Kartu Sakti...
Program Kartu Sakti Presiden Jokowi Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat Kalimantan Tengah
Pemerintah Luncurkan...
Pemerintah Luncurkan Sistem Regsosek, Bisa Hemat hingga Rp50 T
Arsitektur Optimisme...
Arsitektur Optimisme Digital: Di Balik 76,5 Persen Dukungan Publik untuk Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Susun Aturan...
Pemerintah Susun Aturan Program Pensiunan
Prabowo Ubah Nama Program...
Prabowo Ubah Nama Program Makan Siang Gratis, Ini Alasannya
Berita Terkini
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
30 menit yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
9 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
10 jam yang lalu
Infografis
Perlu Diwaspadai, Ini...
Perlu Diwaspadai, Ini 15 Tanda Tubuh Kelebihan Kafein
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved