Badan Ketahanan Pangan Usulkan Kenaikan Dana Kawasan Rumah Pangan

Rabu, 08 November 2017 - 14:32 WIB
Badan Ketahanan Pangan...
Badan Ketahanan Pangan Usulkan Kenaikan Dana Kawasan Rumah Pangan
A A A
BANDUNG - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) berencana menaikkan anggaran bagi kelompok Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) agar budidaya sayuran di perumahan lebih masif. Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mengakui, pihaknya berencana menaikkan dana KRPL dari awalnya Rp15 juta perkelompok menjadi Rp50 juta perkelompok. Rencana tersebut diharapkan bisa terealisasi tahun depan.

"Kami usulkan naik jadi Rp50 juta perkelompok. Dengan dana segitu program KRPL diharapkan lebih maksimal untuk menyediaan segala sesuatunya," jelas Agung di Bandung, Senin malam 7 November 2017.

Menurut dia, program tersebut dinilai cukup berhasil menggerakkan kelompok wanita menanam sayuran di sekitar perumahan. Beberapa daerah yang sukses menggalakkan KRPL misalnya di beberapa kawasan di Jabar, Tegal, Gunung Kidul, dan daerah lainnya.

Menurut dia, potensi pengembangan KRPL di Indonesia masih cukup besar. Setidaknya ada sekitar 10,4 juta hektare lahan yang bisa dimanfaatkan untuk KRPL.

Sementara, sampai saat ini kawasan yang sudah melakukan KRPL masih sangat minim. Tercatat baru 18.000 titik dan akan ditingkatkan menjadi 23.000 titik pada 2018.

Namun demikian, lanjut dia, untuk membangun KRPL, ada beberapa kriteria yang mesti dipenuhi. Sehingga hasil yang nantinya didapat bisa bermanfaat secara maksimal. Beberapa standar itu mulai dari ketersediaan infrastruktur seperti air.

"Ketersediaan air sangat penting. Akan sulit kalau pengembangan KRPL di daerah dengan kondisi sulit air," pungkas dia.

Selain itu, lanjut dia, program KRPL ini memerlukan dukungan semua pihak termasuk pemerintah daerah. Dengan adanya dukungan itu, dia berharap program tersebut semakin masif.

Faktor lainnya adalah ketersediaan market atau pasar. Program KRPL, nantinya tak hanya memberi manfaat bagi keluarga, tetapi ke depan diharapkan menjadi bisnis yang menguntungkan. Bila hasil budidaya cukup banyak, bisa dijual kepada pangsa pasar tertentu.
(sms)
Berita Terkini
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
24 menit yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
52 menit yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
1 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
1 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
3 jam yang lalu
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved