Desember, Larangan Sepeda Motor Akan Dicabut

Selasa, 07 November 2017 - 09:45 WIB
Desember, Larangan Sepeda...
Desember, Larangan Sepeda Motor Akan Dicabut
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mencabut aturan larangan sepeda motor di Jalan Sudirman - MH Thamrin. Rencana tersebut merupakan bagian dari pembangunan jalur pedestrian/trotoar menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018.

Ruas jalan sepanjang 1,5 km itu mulai dari Bundaran HI hingga Bundaran Patung Wiwaha atau Patung Kuda. “Kami menginginkan kendaraan roda dua bisa menggunakan Jalan Sudirman dan MH Thamrin," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Menurut dia, rancangan pembangunan trotoar di kawasan Sudirman-MH Thamrin tidak mengakomodasi sepeda motor. Maka itu, Anies meminta rancangan pembangunan trotoar diubah. "Rancangan yang sudah ada supaya diubah agar dapat mengakomodasi kendaraan roda dua," kata mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

Dia ingin memastikan seluruh wilayah di Jakarta dapat diakses seluruh warga baik kendaraan roda dua maupun empat atau lebih. “Seluruh area di Jakarta harus aksesibel bagi seluruh warganya," tuturnya.

Soal sepeda motor nantinya dibangunkan jalur khusus di kawasan Sudirman-MH Thamrin, menurut dia, hal itu merupakan tugas perancang. Yang pasti dalam rancangan yang baru ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin harus mengakomodasi kendaraan roda dua.

Larangan sepeda motor melintas di Jalan Sudirman-MH Thamrin diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 141 Tahun 2015 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor dan Pergub No 25 Tahun 2017 tentang Pengendalian Lalu Lintas melalui kebijakan electronic road pricing (ERP). "Ternyata ada pergub. Pergubnya menjadi dasar. Maka nanti pergubnya juga akan diubah," ujar Anies.

Dia menargetkan revisi rancangan pembangunan trotoar di Sudirman-MH Thamrin dapat selesai secepatnya. Sebab, pada Desember mendatang pembangunan tersebut sudah harus dieksekusi.

"Rencananya akhir November harus masuk proses tender dan Desember harus eksekusi. Minggu ini mereka menggarap. Sebetulnya mereka sudah memiliki gambaran solusinya kalau roda dua," ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengaku siap menindaklanjuti kebijakan Gubernur Anies perihal pencabutan larangan roda dua di kawasan Sudirman-Thamrin. "Saya yakin Pak Gubernur Anies punya pertimbangan sendiri," ucapnya.

Dia menjelaskan, pembatasan kendaraan merupakan implementasi dari sebuah pola transportasi makro (PTM) yang menjadi konsep dalam mengurai kemacetan setelah memperbaiki dan mengintegrasikan moda angkutan umum serta menambah infrastruktur jalan. Artinya, pembatasan kendaraan roda dua di Sudirman-MH Thamrin sebagai tahap awal sosialisasi pembatasan kendaraan roda dua dan roda empat di jalur ERP yang akan berlaku pada 2019.

"Hasil pembatasan roda dua di Thamrin-Sudirman cukup efektif baik di jalur alternatif maupun jalur Thamrin itu sendiri. Tapi, apapun kebijakan gubernur sekali lagi pasti yang terbaik untuk warga dan kota Jakarta," ujar Andri.

Direktur Institut Studi Transportasi (Instrans) Dharmaningtyas mengaku terkejut dengan rencana Anies yang akan mencabut larangan roda dua di Sudirman-Thamrin. Dia menilai kebijakan itu suatu kemunduran.

Dia menyarankan Anies tidak mudah menghilangkan kebijakan yang sudah berjalan dengan baik dimana kawasan Sudirman-MH Thamrin sudah menjadi lebih tertib. Apalagi itu telah berjalan sejak 2014.

"Seharusnya dipertahankan dan diperluas. Koridor I bus Transjakarta (Blok M-Kota) sudah baik. Jadi memang harus dibatasi supaya beralih ke Transjakarta," ungkapnya.

Untuk mengurai kemacetan yang kian parah, Pemprov DKI memiliki PTM yang terdiri atas tiga poin, pertama perbaikan dan penambahan moda transportasi massal yang saling terintegrasi. Kedua, penambahan infrastruktur jalan dan ketiga pembatasan kendaraan bermotor baik dengan mesin parkir meter atau ERP/jalan berbayar. "Kalau dihapus akan susah nanti sosialisasi pembatasan ERP. Harusnya kejar ERP," tegasnya. (Bima Setiyadi)
(nfl)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Selasa 16 Desember, Pukul 07.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved