Picu Banjir, Warga Demo Desak Pembangunan Apartemen Dihentikan

Jum'at, 03 November 2017 - 00:30 WIB
Picu Banjir, Warga Demo...
Picu Banjir, Warga Demo Desak Pembangunan Apartemen Dihentikan
A A A
BEKASI - Puluhan warga Pekayon Jaya menuntut pembangunan Apartemen Grand Kemala Lagoon di Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, segera dihentikan.

”Karena tidak ada manfaatnya untuk lingkungan. Warga sendiri susah menjadi perkerja di sini,” ujar H Amir kepada wartawan di lokasi pembangunan Apartemen Grand Kemala Lagoon, Kamis (2/11/2017).

Selain tidak ada manfaatnya, kata dia, dampak pembangunan itu kerap menimbulkan masalah banjir. Untuk menyampaikan tuntutan itu, warga siang tadi berunjuk rasa di lokasi proyek. Unjuk rasa warga ini langsung dihadang petugas keamanan proyek, sehingga warga hanya bisa menyalurkan aspirasinya di depan gerbang masuk proyek apartemen.

Suryani, warga Pekayon Jaya lainnya mengatakan, banjir pernah dialami warga hingag setinggi 2 meter. Penyebabnya, aliran sungai di belakang pembangunan meluap.”Karena salurannya kecil jadi tidak bisa menampung debit air,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto mengakui konsekuensi logis dari pembangunan apartemen di atas lahan bekas daerah resapan adalah banjir. Pihaknya meminta pengembang agar membuat daerah resapan pengganti. "Pengembang sudah punya tandon air sebagai lahan parkir air saat musim hujan,” katanya.

Menurut dia, tahun ini pemerintah telah memperbaiki gorong-gorong yang ada di sekitar Jalan KH Noer Ali. Hal ini agar limpasan air dari permukiman RT 03, Kelurahan Pekayon, Bekasi Selatan bisa segera mengalir.

Tidak hanya itu, sebagai antisipasi pihaknya juga melakukan tambahan pompa sebanyak tiga unit berkapasitas 7.500 liter per-detik. Rencananya, pompa tersebut bakal disiagakan di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi.

Terpisah, juru bicara Grand Kemala Lagoon, Hafis mengatakan, sudah ada 40 orang warga sekitar yang dipekerjakan di proyek tersebut dan hal ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. .”Dalam waktu dekat kita akan tambah. Jadi ke depanya jangan ada lagi masalah,” katanya.
(thm)
Berita Terkait
4.262 Warga Terdampak...
4.262 Warga Terdampak Banjir di Dua Desa Kabupaten Bekasi
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Banjir Berkepanjangan,...
Banjir Berkepanjangan, Warga Bekasi Demo Tuntut Pertanggungjawaban
Tak Peduli Terhadap...
Tak Peduli Terhadap Masyarakat, BUMD Pengolahan Gas Bekasi Didemo Warga
Warga Jatisampurna Dukung...
Warga Jatisampurna Dukung Pembatalan Kontrak PD Migas Bekasi dengan Perusahaan Asing
1.200 KK Terdampak Banjir...
1.200 KK Terdampak Banjir di Perumahan PNR Bekasi, Warga Mulai Mengungsi
Berita Terkini
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
1 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
1 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
1 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
2 jam yang lalu
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
3 jam yang lalu
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
4 jam yang lalu
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved