IPAL Terbesar di Indonesia Senilai Rp1,2 Triliun Dibangun di Palembang
Kamis, 02 November 2017 - 19:37 WIB
IPAL Terbesar di Indonesia Senilai Rp1,2 Triliun Dibangun di Palembang
A
A
A
PALEMBANG - Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Wali Kota Palembang Harnojoyo melakukan peletakan batu pertama yang sekaligus menandai dimulainya pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang yang terletak di Jalan Sutami, Kelurahan Sungai Selayur, Kamis (2/11/2017).
Proyek kerjasama Australia dan Indonesia bernilai keseluruhan Rp1,2 triliun. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, peletakan batu pertama ini merupakan tahap awal yang akan selesai tahun 2022.
Dia berharap proyek ini berhasil dan bermanfaat agar dapat menjadi contoh di Indonesia. "Ini akan menjadi IPAL terbesar di Indonesia, kedepan kita harapkan dengan adanya IPAL ini warga menjadi lebih sehat. Dan kita juga akan buat sungai kita menjadi Sungai Musi yang indah tanpa polusi, dan nantinya kota ini akan menjadi kota yang sehat di Indonesia," kata dia.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson mengatakan, pekerjaan instalasi ini akan membuat perbedaan yang sesungguhnya untuk ribuan keluarga di Palembang. Selain itu akan menunjukkan cara yang lebih berkelanjutan dalam perencanaan, penganggaran, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sanitasi yang sebaiknya direplikasi di kota-kota di seluruh Indonesia.
“Kemitraan kita mendukung Pemerintah Indonesia dan Pemprov Sumsel mencapai tujuan menyediakan akses untuk air bersih dan sanitasi untuk semua keluarga pada 2019,” katanya.
Proyek ini pada awalnya akan menyediakan sambungan air limbah untuk 12.000 keluarga dan bisnis.
Sekitar 60.000 warga Kota Palembang akan secara langsung mendapat manfaat dari proyek ini dan perluasan di masa depan bisa meningkatkan cakupan layanan untuk lebih dari 21.000 sambungan dan 100.000 orang.
“Australia dapat membawa keahlian dan modal untuk sektor-sektor ekonomi penting yang sedang diupayakan oleh Indonesia untuk berkembang lebih jauh dan membuat sumbangsih nyata untuk lapangan pekerjaan, pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) adalah peluang untuk membuat perubahan,” jelasnya.
Di Palembang duta besar juga akan bertemu alumni Australia dan berbicara di kampus Universitas Muhammadiyah.
“Saya selalu senang bertemu dengan alumni Australia, dan mereka yang tertarik untukbelajar di Australia. Australia bangga menjadi tujuan pilihan untuk mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri, dengan lebih dari 9.000 warga Indonesia belajar di universitas-universitas di Australia tiap tahun,” kata Grigson.
Proyek kerjasama Australia dan Indonesia bernilai keseluruhan Rp1,2 triliun. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, peletakan batu pertama ini merupakan tahap awal yang akan selesai tahun 2022.
Dia berharap proyek ini berhasil dan bermanfaat agar dapat menjadi contoh di Indonesia. "Ini akan menjadi IPAL terbesar di Indonesia, kedepan kita harapkan dengan adanya IPAL ini warga menjadi lebih sehat. Dan kita juga akan buat sungai kita menjadi Sungai Musi yang indah tanpa polusi, dan nantinya kota ini akan menjadi kota yang sehat di Indonesia," kata dia.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson mengatakan, pekerjaan instalasi ini akan membuat perbedaan yang sesungguhnya untuk ribuan keluarga di Palembang. Selain itu akan menunjukkan cara yang lebih berkelanjutan dalam perencanaan, penganggaran, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sanitasi yang sebaiknya direplikasi di kota-kota di seluruh Indonesia.
“Kemitraan kita mendukung Pemerintah Indonesia dan Pemprov Sumsel mencapai tujuan menyediakan akses untuk air bersih dan sanitasi untuk semua keluarga pada 2019,” katanya.
Proyek ini pada awalnya akan menyediakan sambungan air limbah untuk 12.000 keluarga dan bisnis.
Sekitar 60.000 warga Kota Palembang akan secara langsung mendapat manfaat dari proyek ini dan perluasan di masa depan bisa meningkatkan cakupan layanan untuk lebih dari 21.000 sambungan dan 100.000 orang.
“Australia dapat membawa keahlian dan modal untuk sektor-sektor ekonomi penting yang sedang diupayakan oleh Indonesia untuk berkembang lebih jauh dan membuat sumbangsih nyata untuk lapangan pekerjaan, pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) adalah peluang untuk membuat perubahan,” jelasnya.
Di Palembang duta besar juga akan bertemu alumni Australia dan berbicara di kampus Universitas Muhammadiyah.
“Saya selalu senang bertemu dengan alumni Australia, dan mereka yang tertarik untukbelajar di Australia. Australia bangga menjadi tujuan pilihan untuk mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri, dengan lebih dari 9.000 warga Indonesia belajar di universitas-universitas di Australia tiap tahun,” kata Grigson.
(sms)