Mulai Adang Kapisan Hingga Kirab Kanalindran (1)
Kamis, 02 November 2017 - 13:25 WIB
Mulai Adang Kapisan Hingga Kirab Kanalindran (1)
A
A
A
SOLO - Rangkaian prosesi pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kahiyang Ayu-Mohammad Bobby Afif Nasution pada 8 November 2017, disampaikan ke publik. Prosesi pernikahan mulai dari siraman hingga puncak malam resepsi. Rangkaian acara disampaikan oleh lima pambiwara atau MC yang ditujuk dalam pernikahan. Mereka adalah Widarsi Suranto yang bertugas saat prosesi siraman, dan malam midodareni yang digelar sebelum ijab Kabul.
Kemudian Slamet Aby yang bertugas saat ijab Kabul. Lalu Umijatsih yang diberi mandate menjadi MC saat upacara panggih (bertemu setelah ijab Kabul). Serta Tauviq M Widodo dan Sari Nugraha yang bertugas pada malam puncak resepsi. “Untuk acara siraman dan midodareni memakai pakem Keraton Kasunanan Surakarta,” ungkap Widarsi Suranto saat jumpa pers di Gedung Graha Saba Buana, Jalan Letjend Suprapto, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/11/2017) siang.
Saat prosesi siraman yang digelar 7 November sekitar pukul 09.00 WIB, Presiden Jokowi akan melakukan tradisi adang kapisan dengan busana lurik bludru. Setelah itu, Jokowi berganti pakaian ageman nyamping dengan corak cakar ayam untuk menjalani prosesi pasang bleketepe dan tuwuhan. Prosesi ada maknanya karena sebagai simbol doa orangtua kepada calon mempelai pengantin. “Kemudian mencampur air siraman dari tujuh mata air yang berbeda,” bebernya.
Prosesi berikutnya adalah sungkeman dari mempelai perempuan kepada orangtua, eyang, dan sesepuh putri yang akan menyirami saat siraman. Siraman dimaknai membersihkan jiwa dan raga. Siraman juga dilakukan kepada calon mempelai pria di tempat berbeda. Dalam hal ini di Hotel Alila Solo, tempat Bobby dan keluarganya menginap. “Harapannya agar kedua mempelai dalam menapak hidup baru dengan hati yang bersih dan bening. Serta menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah,” urainya.
Prosesi berikutnya adalah gendongan, yakni Presiden Jokowi akan menggendong Kahiyang Ayu. Maknanya adalah beban tanggungjawab orangtua akan beralih ke anak mantu. Kemudian dilanjutkan prosesi potong rambut mempelai perempuan dan pria. Potongan rambut Kahiyang-Bobby lalu disatukan dan ditanam untuk membuang sukerto (sial) dan kotoran. Harapannya, kedua mempelai mengaruhi hidup baru dengan penuh ibadah. “Untuk siraman yang melakukana adalah pinisepuh (orang yang dituakan) putri yang menjadi teladan dalam melayani suami dan masyaerakat,” terangnya.
Pinisepuh yang menyirami calon pengantin perempuan bisa berjumlah tujuh atau sembilan. Angka tujuh dalam bahasa jawa adalah pitu yang dimaknai sebagai pitulungan (pertolongan). Sedangkan sembilan maknanya adalah jumlah lubang yang ada di tubuh manusia. Sehingga semua lobang itu diharapkan dijaga dengan baik, penuh kemurnian, dan kebersihan agar rumah tangganya menjadi langgeng. (bersambung)
Kemudian Slamet Aby yang bertugas saat ijab Kabul. Lalu Umijatsih yang diberi mandate menjadi MC saat upacara panggih (bertemu setelah ijab Kabul). Serta Tauviq M Widodo dan Sari Nugraha yang bertugas pada malam puncak resepsi. “Untuk acara siraman dan midodareni memakai pakem Keraton Kasunanan Surakarta,” ungkap Widarsi Suranto saat jumpa pers di Gedung Graha Saba Buana, Jalan Letjend Suprapto, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/11/2017) siang.
Saat prosesi siraman yang digelar 7 November sekitar pukul 09.00 WIB, Presiden Jokowi akan melakukan tradisi adang kapisan dengan busana lurik bludru. Setelah itu, Jokowi berganti pakaian ageman nyamping dengan corak cakar ayam untuk menjalani prosesi pasang bleketepe dan tuwuhan. Prosesi ada maknanya karena sebagai simbol doa orangtua kepada calon mempelai pengantin. “Kemudian mencampur air siraman dari tujuh mata air yang berbeda,” bebernya.
Prosesi berikutnya adalah sungkeman dari mempelai perempuan kepada orangtua, eyang, dan sesepuh putri yang akan menyirami saat siraman. Siraman dimaknai membersihkan jiwa dan raga. Siraman juga dilakukan kepada calon mempelai pria di tempat berbeda. Dalam hal ini di Hotel Alila Solo, tempat Bobby dan keluarganya menginap. “Harapannya agar kedua mempelai dalam menapak hidup baru dengan hati yang bersih dan bening. Serta menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah,” urainya.
Prosesi berikutnya adalah gendongan, yakni Presiden Jokowi akan menggendong Kahiyang Ayu. Maknanya adalah beban tanggungjawab orangtua akan beralih ke anak mantu. Kemudian dilanjutkan prosesi potong rambut mempelai perempuan dan pria. Potongan rambut Kahiyang-Bobby lalu disatukan dan ditanam untuk membuang sukerto (sial) dan kotoran. Harapannya, kedua mempelai mengaruhi hidup baru dengan penuh ibadah. “Untuk siraman yang melakukana adalah pinisepuh (orang yang dituakan) putri yang menjadi teladan dalam melayani suami dan masyaerakat,” terangnya.
Pinisepuh yang menyirami calon pengantin perempuan bisa berjumlah tujuh atau sembilan. Angka tujuh dalam bahasa jawa adalah pitu yang dimaknai sebagai pitulungan (pertolongan). Sedangkan sembilan maknanya adalah jumlah lubang yang ada di tubuh manusia. Sehingga semua lobang itu diharapkan dijaga dengan baik, penuh kemurnian, dan kebersihan agar rumah tangganya menjadi langgeng. (bersambung)
(wib)