Sebulan Berstatus Awas, Gunung Agung Alami 25.000 Kali Gempa

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 16:57 WIB
Sebulan Berstatus Awas,...
Sebulan Berstatus Awas, Gunung Agung Alami 25.000 Kali Gempa
A A A
KARANGASEM - Selama satu bulan berstatus Awas, Gunung Agung sudah terjadi 25.000 kali gempa. Kegempaan Gunung Agung sangat fluktuatif, meski beberapa hari terakhir ini cenderung menurun, namun belum mempengaruhi status Gunung Agung.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi, Kasban mengatakan, sampai saat ini status Gunung Agung belum bisa diturunkan. Kasbani mengaku banyak pertanyaan-pertanyaan kapan Gunung Agung akan meletus dan kapan status Gunung Agung akan turun. "Yang membuat status itu diturunkan itu gunung itu sendiri. Jadi sampai saat ini status Gunung Agung masih awas," katanya di Karangasem, Sabtu (21/10/2017).

Dia menjelaskan, secara kegempaan sudah menurun, pada Jumat 20 Oktober 2017 kegempaan Gunung Agung terjadi 234 kali gempa. Sebelumnya pada Kamis 19 Oktober 2017 dalam satu hari terjadi 966 kali gempa. Adapun pada Rabu 18 Oktober 2017 terjadi 1.047 kali gempa.

Dia menerangkan, pada level III aktivitas kegempa Gunung Agung pada 18 Oktober 2017 itu hanya sekitar 300 kali gempa. Kemudian sejak ditetapkannya menjadi Awas pada 22 Oktober kegempaan terus meningkat mencapai sekitar 700 kali gempa. "Penurunan status gunung tidak hanya dilihat dari kegempaan saja, tetapi juga didukung dengan data-data lainnya,"ungkapnya.

Kasbani menerangkan, kegempaan yang turun tidak menjadi patokan gunung itu tidak akan meletus. Seperti halnya Gunung Merapi yang saat itu kegempaanya menurun namun justru malah meletus. "Gunung ini aman atau normal apabila gunung ini sudah tidak ada aktivitas kegempaaan. Sampai saat ini status Gunung Agung masih awas," tuturnya.

Rekomendasi untuk masyarakat di sekitar Gunung Agung agar tidak berada di zona berbahaya, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam zona radius 9 km dari kawah Puncak Gunung Agung. Ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 12 km. Penetapan Zona Perkiraan Bahaya dinamis dan terus dievaluasi sehingga dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Agung.
(wib)
Berita Terkait
330 Pengungsi Akibat...
330 Pengungsi Akibat Erupsi Gunung Ruang Tiba di Bitung dengan Menumpangi KRI Kakap-811
Update Erupsi Gunung...
Update Erupsi Gunung Semeru: 46 Warga Meninggal dan 9.374 Orang Mengungsi
Gelar Ratas, Jokowi...
Gelar Ratas, Jokowi Tekankan Penyelesaian Pengungsi Gunung Ruang
BNPB: 1.979 Jiwa Mengungsi...
BNPB: 1.979 Jiwa Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Semeru
Erupsi Gunung Semeru,...
Erupsi Gunung Semeru, BNPB Laporkan 93 Warga Telah Mengungsi
2.011 Jiwa Mengungsi...
2.011 Jiwa Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Ibu, BNPB Salurkan Bantuan Tahap 2
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
5 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
5 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
6 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
7 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
7 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
10 jam yang lalu
Infografis
Gempa Majene Berpusat...
Gempa Majene Berpusat di Darat, BMKG Catat 6 Kali Gempa Susulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved