Cegah Banjir Terulang, Anies Tinjau Tanggul Jebol di Jati Padang
Jum'at, 20 Oktober 2017 - 20:29 WIB
Cegah Banjir Terulang, Anies Tinjau Tanggul Jebol di Jati Padang
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau area tanggul jebol di kawasan Jati Padang, Jakarta Selatan. Setibanya di lokasi, Anies menyempatkan salat Asar di Masjid Ar Ridwan. Sambil menuju ke titik kejadian, warga antusias menyalami Anies dan mengajak berfoto.
Ditemani Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi, Anies pun menanyakan proses perbaikan tanggul yang jebol pada Kamis malam kemarin itu. "Yang panjangnya (jebol) sekitar 10 meter kita lihat, dan memang arus air yang deras cukup tinggi. Kemudian sungainya berbelok dan menyempit karena kebangun dengan bangunan rumah, makanya tanggulnya jebol," ujar Anies di lokasi, Jumat (20/10/2017).
Anies langsung meminta jajarannya untuk bertindak begitu mengetahui tanggul jebol itu."Langsung ditangani kemarin, ditutup dengan karung pasir. Sekarang sudah ditambal lagi dan sedang beres-beres. Saya akan pastikan bahwa sungai-sungai ini dikeruk, terutama titik-titik yang punya potensi penyempitan," tegasnya.
Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini, salah satu penyebab tanggul tersebut jebol adalah sungai terjadi sedimentasi (pendangkalan). "Itulah yang memungkinkan kita punya risiko seperti kejadian ini (banjir). Jadi kita ingin menghindari itu (tanggul jebol)," tutupnya.
Ditemani Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi, Anies pun menanyakan proses perbaikan tanggul yang jebol pada Kamis malam kemarin itu. "Yang panjangnya (jebol) sekitar 10 meter kita lihat, dan memang arus air yang deras cukup tinggi. Kemudian sungainya berbelok dan menyempit karena kebangun dengan bangunan rumah, makanya tanggulnya jebol," ujar Anies di lokasi, Jumat (20/10/2017).
Anies langsung meminta jajarannya untuk bertindak begitu mengetahui tanggul jebol itu."Langsung ditangani kemarin, ditutup dengan karung pasir. Sekarang sudah ditambal lagi dan sedang beres-beres. Saya akan pastikan bahwa sungai-sungai ini dikeruk, terutama titik-titik yang punya potensi penyempitan," tegasnya.
Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini, salah satu penyebab tanggul tersebut jebol adalah sungai terjadi sedimentasi (pendangkalan). "Itulah yang memungkinkan kita punya risiko seperti kejadian ini (banjir). Jadi kita ingin menghindari itu (tanggul jebol)," tutupnya.
(thm)